Hukum Maulid Nabi

Hari Senin, 12 Rabi’ul awwal 1422 H atau 4 Juni 2001 pada umumnya kalender yang terbitan (percetakan) Indonesia ditandai dengan warna merah–umumnya warna merah pada kalender ini banyak orang yang senang dibuatnya–yang menandakan telah terjadinya suatu peristiwa bersejarah. bagi kaum Muslimin peristiwa itu tidak asing lagi, yakni hari dan bulan dilahirkannya seorang yang terpilih, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Terdapat banyak ungkapan/ekspresi dalam mensikapi hari bersejarah tersebut. ada yang biasa-biasa saja, sebagaimana mensikapi hari-hari lainnya, ada yang mempunyai perasaan tertentu, ada yang bergembira–mungkin karena hari itu libur–bahkan ada yang mengadakan semacam upacara ritual ibadah tertentu, ‘ ala kulli hal semuanya tidak terlepas dari tiga sikap yakni sikap berlebih-lebihan, meremehkannya (dua sikap ghuluw di atas merupakan perangkap syetan, bagi syetan tidak perduli kemanakah manusia condongnya dampaknya akan sama saja) dan yang bersikap wasath ‘pertengahan’.

kita sebagai seorang muslim yang baik, salafiyun, tentunya mempunyai sikap dan pendirian yang berdasarkan tuntunan syari’at dalam suatu perkara, sehingga tidak terjebak dalam perangkap syetan itu ketika mensikapi suatu masalah. sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan–yang sesuai syar’i tentunya–atau orang istilahkan ‘moderat’.

Sebenarnya bagaimana sih tuntunan salaf dalam hal ini?, terutama yang kita soroti adalah mereka yang terjebak dalam sikap berlebih-lebihan dalam memperingati maulid Nabi shalallahu ”alaihi wa sallam–yang dominan di kalangan kaum Muslimin Indonesia.

Jika kita melihat ke belakang, yakni pada jaman keemasannya Islam, pada jaman di mana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, jamannya para shahabat ridhwanullah ‘alaihim jaami’an, atau jamannya para tabi’in atau juga jamannya para tabi’ut-tabi’in (itulah jaman keemasannya Islam, sebaik-baiknya jaman) maka tidak akan kita jumpai peringatan mengenai Maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam semacam yang terjadi di negeri kita ini, apakah mereka lupa ataukah bagaimana…, sehingga tidak terdapat nukilan dari mereka mengenai peringatan maulid Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebenarnya, peringatan maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bagaimanapun bentuknya memang tidak ada tuntunannya dalam syari’at, tidak ada nash atau dalil yang mendukung perbuatan tersebut.

Tapi juga kan tidak ada nash atau dalil yang melarang untuk melakukan perbuatan tersebut jadi sah-sah saja, bahkan ini menunjukkan syi’ar islam, menunjukkan kecintaan kita kepada Rasulullah shalallahu ”alaihi wa sallam, apakah anda ini tidak cinta pada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan melarang perbuatan kami ini Mungkin itu–dan semacamnya–bantahan (baca: syubhat) yang muncul ketika kita menjelaskan pada mereka tentang tidak adanya dalam syari’at Islam mengenai peringatan maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Jawabannya…, bahkan (harus) kita sangat mencintai beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam, cinta kita kepada beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam melebihi cinta kita kepada kedua orang tua kita, bahkan kepada diri kita sendiri, setiap nama beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam disebut kita mengucapkan shalawat kepada beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam kita mengerjakan sunnah-sunnah (tradisi, kebiasaan)nya yang tentunya dengan cara yang benar sesuai dengan syari’at, tidak ngawur atau mengarang sendiri lalu dicarikan pembenarannya lewat Al-Qur’an dan As-Sunnah yang dipaksakan.

Adalah keliru jika dikatakan tidak ada larangan dalam melakukan perbuatan tersebut, karena perbuatan tersebut termasuk ibadah, yang di mana ada suatu kaidah yang menyatakan Semua perbuatan ‘ibadah terlarang untuk dikerjakan hingga didapatkan dalil yang memerintahkannya, perlu diketahui kaidah ini tidak asal dibuat namun diambil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah–kalau ada kesempatan akan dijelaskan insya’ Allah.

Kesimpulannya perbuatan memperingati maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah bid’ah, bukan termasuk dari syi’ar-syi’ar Islam, tidak ada tuntunannya dalam syari’at, sunnahnya kita hindari atau tinggalkan perbuatan tersebut. hendaknya kita mencukupkan diri dengan sunnah yang ada, sunnah-sunnah yang dikerjakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabat yang lurus lagi terbimbing

Kalau antum perhatikan maka mereka yang melakukan ritual tersebut–maulid Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam–kebanyakan kualitas keislamannya kurang dari segi ilmu dan amal shaleh, bahkan banyak di antara mereka yang meninggalkan shalat berjama’ah di masjid–yang itu merupakan kewajiban bagi seorang laki-laki muslim–padahal itu adalah syi’ar-syi’ar Islam yang sangat jelas dan agung. tambahan pula maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mirip dengan natalnya orang nashara–memperingati kelahiran, padahal kita dilarang untuk tasyabbuh ‘menyerupai’ mereka dan dianjurkan untuk menyelisihi mereka. masih banyak lagi bantahan mengenai peringatan ini yang kalau dijelaskan akan berlembar-lembar halaman, bagusnya antum baca buku di antaranya yang bagus yaitu Kitab Tauhid III tulisannya Syaikh Fauzan bin Al-Fauzan yang diterbitkan oleh penerbit Darul Haq.

Demikianlah sedikit catatan mengenai peringatan Maulid Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk memberi peringatan mengenai bid’ahnya peringatan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada saudara antum untuk meninggalkannya yang mungkin begitu ‘bersemangat sekali’ dalam menyongsong/mensikapi ritual ini dengan cara yang hikmah, lemah-lembut tentunya.

Dan berilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu bermanfaat

43 comments so far

  1. Nedi on

    Setuju :)

  2. surya on

    sebaiknya kalau mau ngasih ulasan atau komentar yaaa harus komperhensip, kalau hanya membida’ahkan yaa namanya sepihak, saya pikir kalau mau mengulas sesuatu, dan jujur .. pendapat kedua belah pihak yaa ditampilkan, dan bacaan anda yaa harus banyak sumbernya, … bari itu namanya bicara untuk memberikan nasihat { amar ma’rup dan nahyil munkar)..

  3. hamba on

    sebaiknya dalam mengomentari jangan disertai dengan tuduhan2 apalagi kepada sesama muslim, anda menyebut yang mengikuti ritual ini orang yang kualitas keislamanya, ilmu, amal saleh kurang bahkan meninggalkan shalat berjamaah. dasar tuduhan anda dari mana. masya Allah hati-hati dengan ucapan ini, sebagai sesama muslim saya harus mengingatkan. “janganlah kebencianmu kepada suatu kaum menjadikan berlaku tidak adil”.

  4. Qomar on

    saya minta agar pengelola situs ini haruslah sorang ‘alim yang bisa menjaga lisannya, dalam ilmunya, tinggi tawadhu’nya, luas bacaannya. Coba renungkan komentar anda di atas…”Kalau antum perhatikan maka mereka yang melakukan ritual tersebut–maulid Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam–kebanyakan kualitas keislamannya kurang dari segi ilmu dan amal shaleh,…….”

    Sekali lagi hati-hati berbicara, sepertinya lidah anda tidak dirahmati oleh ALLAH SWT, begitu ringannya menuduh orang lain..!

  5. Kebenaran on

    Emang sih, kita tidak akan menemukan dalil-dalil mengenai memperingati maulid. namun kita juga tidak bisa untuk menyalahkan dan memperkirakan lemah atau tidaknya iman seseorang. karena kalau masalah ibadah hanya Allah SWT yang menerima tidaknya suatu amal perbuatan. Kita tidak bisa memvonis seseorang lemah iman atau kurang amal saleh. semua dikembalikan kepada diri kita masing-masing apa boleh tidaknya kita memperingati Maulid Nabi. Kalau bagi saya, segala sesuatu yang tidak dikerjakan baik oleh Nabi SAW, ataupun para sahabat, tidaklah saya mengikutinya, itu saja standard bagi saya, bagi yang memperingatinya, silahkan saja itu adalah hak saudara.

  6. aditya on

    eh yg pd coment nga nga jelas diatas…jgn asal ngmong lo, mknya klu pgen tau tuh bljr jgn cuma nyalahin orang laen…!!!

    SALAF IS THE BEST !!!

  7. erus rustam on

    Ass. Wr. Wb.
    Syukur kepada Allah atas rachmat dan hidayah islam kepada kita semua. Syukur juga kepada pentara hidayah islam ini kepada kita semua, mulai dari Nabi Muhammad, shohabat, tabi’in, dan semua peranara sampai hidayah islam ini kepada kita semua.
    Semoga Allah selalu memberikan tambahan kefahaman dan kearifan kepada kita dalam mengamalkan ajaran islam yang berpedoman pada Al Qur’qn dan Al Hadist, sehingga kita orang islam bisa mengerjakannya secara bersama-sama.
    Ma’af, kami sedikit memberikan pemikiran, bahwa dalam Al qur’an disebutkan :
    walaa taqfuu maa laisa laka bihi ilmun, inna sam’a walbashoro wal fu’aa kullu ualika kana anhu mas’ula.
    Nabi Muhammad ketika akan wafat juga elah berpesan:
    Taroktufikum amroini lantadlillu maa tamaksaktum bihima, kitabillaahi wa sunnati nabiyyi.
    Dalam kesempatan sebelumnya yang diriwayatkan dalam al hadist, nabi berpesan kepada para shohabat :
    Ittaquu bilmuhdatsatil umur. Wasarral’umuri muhdatsatuha, wakullu muhdatsatin bid’ah, wakullu bid’atin dholalat, wakullu dholalatin finnaari.
    Sekali lagi ma’af, kami kurang banyak elajar tentang ilmu dalam Al qur’an dan Al Hadist.
    Kita tahu Al qur’an cuma ada satu buku (30 juz), tapi Al hadist, jumlahnya sangat banyak, dari yang shohih sampai yang cuma catatan/riwayat.
    Al Hadist Shohih kia tahu ada 2, Shohih Muslim dan Shohih Bukhori, sedang di luar yang shohih tersebut jumlahnya banyak sekali (kurang lebih 47 Al Hadist), antara lain sunan At Turmudzi, Sunan Nasa’i, Sunan Abu Dawud, Sunan Ibnu Majah, Tab’rani, Dailamy, dan lain-lain).
    Semoga Allah menyelamatkan kita dari jurang neraka (fa anqodzakum minha).

  8. henry on

    Wahai salafiyun, sadarlah anda, bahwa anda telah malakukan syiar lewat internet, yg dalil hadist & al-quran serta contoh dari generasi sebelumnya, TIDAK PERNAH ADA… kira-kira syiar anda ini termasuk bid’ah nggak yaaa????

  9. pendekar on

    Assalamu’alaikum..

    Mudah-mudahan kita,bukan termasuk orang yang dinyatakan oleh rasulullah didalam sebuah hadits(syuhqon..syuhqon:bu’dan-bu’dan),karna jauh dari tuntunan assunnah yang diamanahkan kepada kita,dan bukan malah menambah-nambah atau bahkan mengurang-ngurangi…naudzubillahi mindzalik..

    Saudaraku…persoalan ibadah itu harus ada dalilnya,jika kita tidak temukan maka sebaiknya kita diam,karna persoalan bid’ah adalah persoalan yang sangat khotir(berbahaya)…Man ‘amila ‘amalan laitsa alaihi amruna fahuwwa raddun…sebagaimana juga yang dikatakan oleh kibaruttabi’in(abdullah ibn bubarak)”inna hadzal ilma dienun(hadits)fandzuruu ‘amman ta’khudzuna dienakum”…smoga kita smuanya bisa membuka hati kita akan kebenaran dan peringatan org lain..wallahu a’lam..

    wassalam..

  10. wicaksono on

    kasian deh lu pada berantem, umat lain tepuk tangan noh…

  11. FATHUR on

    Assalamuailaikum Warohmatullahi Wa Barokatuh.
    Banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang baik, pembudayaan yang dikembangkan dari asas islam yang baik, terlalu terburu-buru dianggap sebagai bidah oleh para mujtahid yang kritis. Seperti tahlil ( apakah itu 3,7,40, 100 hari ), maulud ( seperti yang jadi topik sekarang) dan mungkin masih banyak lagi. Rahmat yang bisa dipetik adalah semakin kritis para mujtahid, semakin kita mencari tau keabsahannya. Al-Quran dulu juga tidak dibukukan oleh nabi, tapi atas jasa Usman ibn Affan seluruh ummat Islam di dunia bisa menikmatinya hingga kini. Lebaran Idulfitri, apakah rasul dulu merayakannya seperti kita masyarakat Islam di Indonesia, rasanya juga tidak, Jadi ada yang rasul tidak lakukan, tetapi asal muasalahnya adalah pengembangan kebiasaan hidup yang mulia ( budaya). Makanya ulama menyebut hal ini sebagai “bid’ah Hasanah”. Rasul juga tidak belajar tehnologi, tapi kita dusuruh belajar kalau perlu ke negeri cina. Cina dikenal sebagai negara besar berkebudayaan tinggi dan pedagang. Jadi apakah kalau kita tidk belajar ke cina juga bid’ah.
    Majulah Islam Indonesia. Mari kita kembangkan budaya-budaya yang mulia berdasarkan Islam,

  12. anti bid'ah on

    Assalamu’alaikum…

    ane ragu ah sama yang nulis…
    alim ga seh..??

    masa sok tau banget…
    pake nulis begini :
    Kalau antum perhatikan maka mereka yang melakukan ritual tersebut–maulid Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam–kebanyakan kualitas keislamannya kurang dari segi ilmu dan amal shaleh, bahkan banyak di antara mereka yang meninggalkan shalat berjama’ah di masjid–yang itu merupakan kewajiban bagi seorang laki-laki muslim–padahal itu adalah syi’ar-syi’ar Islam yang sangat jelas dan agung

    sok tau ah…
    jadi males bacanya…

    apalagi ikutin dia…

    *mo maulid dulu ah…!!!*

  13. ibnu usman yusuf (korea selatan) on

    kita ini masih pada maqom (kedudukan) ‘ilmul yaqin janganlah sedikit-sedikit bilang bid’ah kecuali kalau kita sudah pada maqom haqqul yaqin (kebenaran yang sesungguhnya kita tahu).ada cerita buat yang suka bilang bid’ah untuk menjadi i’tibar (contoh). mungkin masih banyak kebiasaan di pesantren, kalau sakit datang ke kyai mohon dido’akan agar sembuh penyakitnya, oleh kyai diberi segelas air yang sudah diberi do’a. oleh kalangan yang sinis (nyinyir) banyak berkomentar sakit kok ke kyai, sakit ya ke dokter,bid’ah itu (karena mengkultuskan kyai).eeh kalau anda mengikuti dunia science dan membaca penemuan ilmuwan jepang tentang keajaiban air baru sadar…..ilmuwan jepang meneliti bentuk molekul air yang dido’akan oleh ulama islam bentuk molekulnya lebih bagus dibanding dengan bentuk molekul dari agamawan lain. secara science tubuh kita itu sebagian besar adalah air, jadi wajar kalau air yang bentuk molekulnya bagus tadi bisa mengembalikan kondisi homeostatis, sehingga akhirnya sakitnya sembuh. marilah dengan contoh ini, bagi yang sering bilang bid’ah yang hanya berdasar satu dalil dari golongan yang diyakininya. tuntulah ilmu sebanyak2nya kalau perlu dari madzab lain, sampai kita bisa ke maqom haqqul yaqin. carilah islam yang sejuk, hanya islam yang sejuklah yang bisa membawa rahmatan lil ‘alamin.contohlah da’wah walisongo…sehingga islam menjadi mayoritas di indonesia. kalau sa’at itu walisongo bilang, itu bid’ah..ini bid’ah.mungkin kita belum memeluk islam.terimakasih semoga komentar saya bisa bermanfa’at

  14. Patahul Ariffin Abas on

    Asalamualaikum;

    Dari Saya insan yang sangat kerdil yang banyak berdosa pada Allah, yang selama-lamanya hamba abdi Allah, ampun kan kami ya Allah Ya Rabbi, Ya Awfu ya Ghaffur ya Mujib…

    Tentang masalah ini bagi saya Maulidur rasul banyak berselawat pada Nabi dan bagi saya HARUS maulidul Rasul itu dari mengingati Valentines Day, Hari Kemerdekaan, Hari Ulang tahun etc.

    Sedangkan ALLAH BERSELAWAT ATAS RASULALLAH dan MALAIKAT di segenap cakerawala pun berselawat pada ALLAH jadi kalau majlis itu banyak pada berselawat adalah cantik dan di HARUSkan hukumnya. Wallahualam.

    Akhirkata Alfatiha kepada Muhammad SAW, para nabi2 dan rasul2 muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat baik yang hidup dan yang telah mati semuga dirahmati semuanya kecuali IBLIS, Syitan, Jin Kafir dan orang kafir yang tak mahu kembali pada ALLAH dan Rasulnya alfatihah.

  15. mahesa jenar on

    asalamu a’laikum wr wr. ya Alloh ya Rosullulloh ampunilah kami semua yang bodoh dan yang tidak mempunyai sedikit pun ilmu. maaf kawan – kawan seiman seagama kalo boleh saya memberi konmentar lebih baik kita jaga keimanan kita masing – masing dan jangan menyalahkan sesama, lebih baik begini ” antum yang tidak merayakan maulid nabi jangan menyalahkan orang yang merayakan maulid nabi dan sebalik nya antum yang merayakan maulid nabi jangan menyalakan yang tidak merayakan maulid nabi. karena itu semua merupakan ibadah merupakan keyakinan dari diri antum masing – masing ” dan kalo saya merayakan maulid nabi dan kalo boleh “janganlah yang tidak merayakan maulid nabi itu mempropokasi yang lain ynag sudah beribadah menurut keyakinan nya kalo bisa bimbinglah atau ajaklah yang belum melaksanan sholat supaya dia sholat atau yang di jalan2 yang asik dengan kegiatannya itu yang dapat melupakan kita pada Alloh”. jangan yang sudah melakukan di jelek2an memang kita sudah jelek mau bilang apa ( tidak ganteng ) maulid nabi kerena menurut saya bagus2 saja karena menambahkan rasa kecintaan kita kepada nabi dan yang lebih penting dari peringatan itu kita di ingat kan kembali kepada nabi kita dan juga dapat mengenal siapa nabi kita itu seperti pada pepatah mengungkapkan “tak kenal maka tak sayang tak sayang maka tak cinta….. ” maka dari itu kenali kanjeng rosull.

  16. Firdauzt on

    jgn asal ngomong,islam ente udeh bener blm,pake nglarang orang maulid.sadar..Bang sadar..!!Ga dapat syafaat nabi tau rasa lu..

  17. zamroni on

    asalamualaikum
    teman2 semua ana pernah baca pepatah likuli ro’sun ro’yu,disetiap orang mepunyai pkmiran,bgitulah arti dr pepatah itu,yg kita bisa ambil dr hikmah diatas,mang benar ada yg mengatkan maulid nabi itu bid’ah.tp kt jngan mngklaim bhwa bid’ah itu perbuatan yg tidak baik,bida’ah jg ada yg baik nya.jd mmnrut ana yg dikatakan salafiyyah bnr tp dia mngutarakanya kurang sopam jd orng yg berpaham selain salafiyah itu ya tersinggung,klw bs lebih baik lg bahasanya ya,,sukroon wss

  18. Slamet Waluyo on

    Asalamualaikum warokhmatullohiwabarokatuh
    Salam sejahtera semoga kita selalu dalam lindungan Alloh SWT.Saya ingin mengungkapkan pendapat saya,saya setuju dgn pendapat sahabat Mahesa jenar dan Ibnu ustman Yusuf, masalah Peringatan Maulid NabiAgung Muhammad SAW yg kita harapkan safa’atnya di yaumul Qiyamah dari segi penjelasannya terlalu memojokkan yg memperingatinya.Isi dan acara
    peringatan Maulid Nabi (muludan) adalah berdoa,berzdikir terus ada mau’idtotul khasanah apakah itu salah?,apa itu tdk baik?,Di situ ada membaca ayat-ayat suci Al’Qura’an,apakah itu bertentangan,kalo mau membicarakan bid’ah cobalah
    utk dikaji dulu yg tepat dan jgn langsung memberikan alasan yg terlalu memfonis lach,apakah org moderat/salaf itu setega itukah terhadap sodara muslimmu sendiri?apa gak sebaiknya mari kita majukan Islam yg kita cintai ini? perbedaan itu adalah biasa tapi menjelek-jelekkan saudara sendiri bisa bikin fitnah.Pandangan ulama besar manapun gak akan mengeluarkan pendapat spt ini sampai bisa ke publik, karena mereka mengedepankan kebersamaan.Kalau cara syi’ar Islam seperti ini,org yg mau mendekati Islam bakal lari menjauh.

  19. fauzin on

    Memperingati Maulid Nabi
    22/03/2007

    Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa, yakni dari Prancis, Jerman, dan Inggris. Kita mengenal musim itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana, namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual.

    Adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi –orang Eropa menyebutnya Saladin, seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub –katakanlah dia setingkat Gubernur. Pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo), Mesir, dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. Kata Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal kalender Hijriyah, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini harus dirayakan secara massal.

    Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari khalifah di Baghdad yakni An-Nashir, ternyata khalifah setuju. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H (1183 Masehi), Salahuddin sebagai penguasa haramain (dua tanah suci, Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 M) tanggal 12 Rabiul-Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.

    Salahuddin ditentang oleh para ulama. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.

    Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan Maulid Nabi.

    Barzanji bertutur tentang kehidupan Muhammad, mencakup silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, pemuda, hingga diangkat menjadi rasul. Karya itu juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad, serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarang naskah tersebut yakni Syekh Ja’far al-Barzanji bin Husin bin Abdul Karim. Barzanji berasal dari nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzinj. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (artinya kalung permata) yang disusun untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi kemudian lebih terkenal dengan nama penulisnya.

    Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali, sampai hari ini.

    ***

    Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara, perayaan Maulid Nabi atau Muludan dimanfaatkan oleh Wali Songo untuk sarana dakwah dengan berbagai kegiatan yang menarik masyarakat agar mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) sebagai pertanda memeluk Islam. Itulah sebabnya perayaan Maulid Nabi disebut Perayaan Syahadatain, yang oleh lidah Jawa diucapkan Sekaten.

    Dua kalimat syahadat itu dilambangkan dengan dua buah gamelan ciptaan Sunan Kalijaga bernama Gamelan Kiai Nogowilogo dan Kiai Gunturmadu, yang ditabuh di halaman Masjid Demak pada waktu perayaan Maulid Nabi. Sebelum menabuh dua gamelan tersebut, orang-orang yang baru masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dulu memasuki pintu gerbang “pengampunan” yang disebut gapura (dari bahasa Arab ghafura, artinya Dia mengampuni).

    Pada zaman kesultanan Mataram, perayaan Maulid Nabi disebut Gerebeg Mulud. Kata “gerebeg” artinya mengikuti, yaitu mengikuti sultan dan para pembesar keluar dari keraton menuju masjid untuk mengikuti perayaan Maulid Nabi, lengkap dengan sarana upacara, seperti nasi gunungan dan sebagainya. Di samping Gerebeg Mulud, ada juga perayaan Gerebeg Poso (menyambut Idul Fitri) dan Gerebeg Besar (menyambut Idul Adha).

    Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal (Mulud), sudah dihapal luar kepala oleh anak-anak NU. Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif, dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya, bulan Rabius Tsany (Bakdo Mulud). Ada yang hanya mengirimkan masakan-masakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri, ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing, ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid, bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran, dihadiri puluhan ribu umat Islam.

    Ada yang hanya membaca Barzanji atau Diba’ (kitab sejenis Barzanji). Bisa juga ditambah dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti penampilan kesenian hadhrah, pengumuman hasil berbagai lomba, dan lain-lain, dan puncaknya ialah mau’izhah hasanah dari para muballigh kondang.

    Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada, namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam, antara lain: berzanjen, diba’an, yasinan, tahlilan (bacaan Tahlilnya, misalnya, tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya), mau’izhah hasanah pada acara temanten dan Muludan.

    Dalam Madarirushu’ud Syarhul Barzanji dikisahkan, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di Hari Kiamat.” Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!”

    (A Khoirul Anam –dari berbagai sumber).

  20. TINGTONG on

    jawahirul kalamiyah = kalam saka jawa

  21. TINGTONG on

    “Siapa yang menghormati hari lahir Pancasila sama artinya dengan menghidupkan Indonesia”

  22. PANCASILA on

    “Siapa menghormati hari lahirku, tentu aku berikan syafa’at kepadanya di Hari Kiamat.”

  23. WAWU nDOMBLEH on

    darma gandul kuwi opo yo…!@#$%^&*()_+
    ngene wae, nek coro banyumasan gandul iku woh kates, dadine darmane saka banyu susu ibu.
    lha yen gandul-gandul nangkathok… hush!
    ora beda karo cahya pancer sada lanang bathok bolu (tanah gembur) isi madu (subur)
    hallaaah!!!

    allaaah gusti…
    memang dhasare jawa iku tuwa kawak

    JAWAHirul KALAMiyah yo… kalam jawa(H)
    dalidulijalinah.. patiputsipatinah.. matimutiwatinah..
    (sa’karepe!)

    HAYOOO… TULISANKU(WI) ONO MESJID GHUAMBHUARRR HUOPOOO!!!!!

    arogan, meremehkan ulama!
    ANGORA! kan.. merem.. eh malu a…

    ngemis… ngemis… di tembok ratapan sing ana angkane arab ‘99′.
    Ampuuun dah! goblok ra uwis-uwis!

  24. DEWIDEWI on

    mamamamamama…
    papapapapapa…
    apa you butuh dokter cinta?
    oh mamah tolonglah aku…

  25. DEWIDEWI on

    hom pim pah ala iyum… GAMBRENG!

  26. DEWIDEWI on

    ah itu cuman anehdot!
    ENAAAK DOOOT! SUAPI… SAPI!

  27. as'adullah on

    masa islam sejaiti …menghakimi saudara seiman gitu amat,mas taubat mas

  28. as'adullah on

    wahai saudara-saudaraku seaqidah marilah kita membahas berdawah dengan lembut,,bilhikmah dan hasanah,,hindari menghakimi sesama saudara kita,,ente yang salafiyun lembutlah,,yang lain lembut juga lah, jagan sampai terjebak pada jidal yang ga bermanfaat,,

  29. as'adullah on

    bukankah salafus sholih dalam berdawah dengan CARA lemah lembut,sebagaimana rasul berdawah,,yang jauh dari memberi istilah atau penamaan pada objek dawah/yang dinasihati dengan gelaran ,,,bid ah,,kurang iman,,lemah iman dsb,,inikah cara dawah kita…//??????

  30. STARZEN on

    sorry coy! l7 17 (kena tembak) si pemburu hantu (cadar full body).
    wah jan ora empan papan pancen!
    aduuul cah cilik culun!

  31. STARZEN on

    poseeeng yo mas? TA’UBATI obat sakit kepala BUDREX!
    “Para Satria Pandawa! MAJU… JALAN!!!”

  32. tawawfayakof on

    …akhirnya kita berpecah kerana ini. sekian.

  33. hamba Allah on

    SATU AJA DARI AQ

    YANG NGISI BLOG INI ILMU AGAMANYA MASIH ‘KOMA”,

    BELUM “TITIK” ATAU PALING TIDAK “HAMPIR-TITIK”.

    WAHAI SAUDARAQ YANG MENULIS DI BLOG INI, JIKALAU ANDA MERASA ANDA BENAR TOLONG PAPARAN YANG ADA DI ATAS DISAMPAIKAN KEPADA PARA ULAMA “NU” ATAU KE “MUI”.

    PERCUMA ANDA KALAU HANYA NGOMONG DI INTERNET SAJA KLO G BERANI NGOMONGIN MASALAH INI KE PARA ULAMA YANG LAIN.

    KNAPA???? KARENA UMAT ISLAM DI INDO TUH BANYAK…
    DAN KLO ANDA YANG MERASA BENAR DENGAN PENDAPAT ANDA ITU TIDAK MAU MELURUSKAN KESALAHAN YANG MENURUT ANDA BANYAK TERJADI SAAT INI, MAKA ANDA BERDOSA…..

    JANGAN BILANG ANDA G BERANI BERTEMU DENGAN ULAMA LAIN UNTUK MENYAMPAIKAN MASALAH INI, KLO ANDA G BERANI MAKA ANDA “LEMAH IMAN”.

    JIKALAU MEMANG ANDA BERHASIL MEYAKINKAN KEBENARAN MASALAH INI KEPADA PARA ULAMA, MAKA PAHALA YANG BESAR PASTI DATANG UNTUK ANDA, DAN DENGAN SANGAT TERBUKA PULA SAYA DAN UMAT YANG LAIN JUGA TIDAK SEGAN-SEGAN UNTUK MENGIKUTI ANDA.
    ITU DENGAN ASUMSI ANDA BERHASIL MENYAKINKAN PARA ULAMA BESAR YANG LAIN…

    JADI SEKALI LAGI ….
    WAHAI SAUDARAQ…..

    JIKALAU ENGKAU YAKIN DENGAN PENDAPATMU, TEMUILAH PARA ULAMA-ULAMA TERSEBUT ( ANDA JUGA BISA MENGAJAK GURU ANDA) KARENA SAYA YAKIN JIKALAU UNTUK KEBAIKAN AGAMA, PARA ULAMA PASTI MAU DIAJAK BERBICAARA ATAU BERTUKAR PENDAPAT.

    KARENA KAMI TIDAK BISA SEPENUHNYA PERCAYA DENGAN ANDA…..
    WONG KETEMU AJA G PERNAH….
    KAMI LEBIH PERCAYA KEPADA PARA ULAMA-ULAMA BESAR YANG SUDAH TERPERCAYA TINGKATAN ILMUNYA DARI PADA ANDA….

    SEKALI LAGI JANGAN BILANG ANDA TAKUT….
    KARENA KALAU ANDA BENAR, DAN ANDA MEMBIARKANNYA ANDA AKAN DOSA….
    JIKA ANDA TAKUT BERTEMU DENGAN PARA ULAMA , MAKA ANDA LEMAH IMAN…..
    JIKA ANDA TAKUT MUNCUL DIHADAPAN MASYARAKAT MAKA ANDA LEMAH IMAN…..

    WASSALAM

  34. abdulloh on

    liat noh, orang2 wahabi (salafi,red) di kerajaan saudi dan para rajanya berpelukan erat dengan Amerika Serikat. Menolak Hamas dan Mendukung Fattah. Ada Apa Wahabi & AS Serta Israel

  35. vonda on

    selamat2…
    ayo bertengakar terus,
    mantab abisss….

  36. Rahmat on

    ini bukan bertengkar ya…… tapi sharing..
    kamu yang bilang bertengkar,… telah tertipu….
    yah… aku mau ngikut ngomong nih, masalah muludan..

    tapi aku mau nanya dulu nihh…
    ?? ibadah itu definisi syar’i nya apa???
    ?? apakah semua ibadah itu ada dalilnya???
    ?? saya pernah dengar; makan, tidur, berjalan itu ibadah……?? bener gak???

    kalau mau pukul rata semua ibadah harus ada dalilnya ya susah dong….
    misalnya aku mau pergi ke sekolah menuntut ilmu dengan niat IBADAH, tapi jauh tempatnya jadi harus naik kendaraan biar cepat (dengan niat supaya tidak terlambat, ibadah)
    TRUUUUUUS….
    kan gak ada dalil baik dalam Al quran maupun Hadits kendaraan sepeda motor….
    jadi gimana…..
    apakah harus tetap jalan kaki…..

    waaaaaah……
    susah banget ya kalau gitu….
    padahal islam itu kan mudah (Al Baqoroh 185) kok disulit-sulitkan siiiii….

    eh kamu …. para ustadz, para ahli hadits
    tolong yaaaa dijawab pertanyaan orang bodoh ini….

  37. faiasl.rahman on

    ane mau tanya apakah laki2 boleh memekai emes.

  38. arief rahman on

    ada pertanyaan sedikit bos.sy dapat tugas apa perbedaan dua kalimat syahadat pada jaman nabi dan jaman sekarang.tolong di jawab..

  39. dani on

    Sebenarnya, peringatan maulid Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bagaimanapun bentuknya memang tidak ada tuntunannya dalam syari’at, tidak ada nash atau dalil yang mendukung perbuatan tersebut
    Tapi juga kan tidak ada nash atau dalil yang melarang untuk melakukan perbuatan tersebut jadi sah-sah saja,
    tapi dalam memperingatinya jangan berlebihan(sebagaimana umatnya nabi Isa yg mengagungkan nabi Isa sampai2 nabi Isa diangap sebaga Tuhan, jd yg mau memperingati silakan dan yg tidask memperingati jg silakan gak jadi masalah, ini menurut ana, afwan klo komentar ana salah,ana org yg fakir

  40. arif on

    Dengan menyebut nama allah yg maha pengasih lagi penyayang..
    sholawat dan salam tercurah untuk baginda nabi muhammad saw

    bid’ah????

    setauku sih sesuatu yang baru dalm urusan agama?
    kita sebagai muslim sebaiknya jgn memperkeruh masalah yg khilafiyah semua ada dasarnya, ad yang mau ngadain maulud ada yg tidak.. terserah apa pilihanmu jgn sampai teradu domba oleh pihak ketiga yang akan memecah islam dari segala segi…

    YANG SALAH ITU YANG TIDAK SHOLAT!!!!

    jika aku mengomentari ttng arti bid’ah.. setahu aku sesuatu yg baru dalam urusan agama yang tidak di contohkan nabi muhammad saw klo gitu smua muslim di dunia ahli bid’ah? knp aq mengatakan seperti itu lihatlah di jaman nabi dulu untuk mengumandankan adzan tidak pake speaker tapi sekarang smua muslim di dunia memakai speaker untuk megumandankan adzan.. APAKAH ITU BID’AH?? apakah jika dilakukan amal kita tertolak!!!
    di jaman nabi al qur’an memakai kayu dan daun tp sekarang sampulnya bagus – bagus APAKAH ITU BID’AH??
    apakah jika kita membaca al qur’an dg sampul yang bagus itu amal kita tertolak!!!
    di jaman nabi pakaian untuk beribadah menggunkan jubah dan sorban tp sekarang ada yag pake celana jean, kaos dan kopyah lalu apakah jika dilakukan amal kita tertolak!!!

    smuanya yg q terangkan adalah bid’ah tp bid’ah yg hasanah..

    jika kita sakit tentunya kita pergi ke dokter untuk menyembuhkannya..

    syirik jika dokter A atau B yang menyembuhkannya.

    allah yang menyembuhkannya, pergi ke dokter itu wasilah/ perantara/ ikhtiar kita jika kita hanya diam tidak ada usaha justru sakitnya tambah parah

    jika kita mau pergi kepasar menggunakan jasa becak dan akhirnya sampai juga kepasar berkat jasa tukang becak tapi kalau kita mau pergi kepasar dan kita hanya berdiam dan berdoa ya allah bawalah aq kepasar apakah kita bisa sampai kepasar???
    mudah-mudahan anda tau maksud dari ceritaku yg diatas

    smaua amal perbutan tergantung dari niatnya..
    cukuplah allah swt kelak yang menjadi hakim yg memutuskan masalah khilafiyah tsb.
    marilah kita sesama muslim jangan saling membenci
    marilah kita sesama muslim jangan saling dengki
    janganlah mengusik amal ibadah orang lain toh allah swt yg memutuskan kelak di akherat

    knp israel berani menyerang palestina???
    karena muslim sekarang terpecah belah

    knp israel bersifat arogan/sombong di benua arab yg mayoritas muslim

    knp?
    knp?
    knp?

    jawabnya:
    karena muslim terpecah belah saat ini

    BERSATULAH SAUDARAKU SESAMA MUSLIM
    BERSATULAH SAUDARAKU SESAMA MUSLIM
    BERSATULAH SAUDARAKU SESAMA MUSLIM

    eleng – eleng siro manungso
    teko endi siro iku???
    menyang endi tujuanmu???

    aku hanya hamba allah yg tidak lepas dari salah dan dosa, jika ada uraian kata yg tidak berkenan saya mohon maaf

  41. Kenthung on

    Lha wong mau mendakwahi orang untuk berbuat yang benar kok malah memberi contoh dengan kebodohan
    Lha wong mau menceramahi amalan baik kok malah mengajari ketakaburan
    Lha wong mau ngajari orang beramal dengan dasar yang benar kok malah menuduh orang lain tanpa dasar
    Lha wong belajar agama kok bukan untuk mengoreksi diri kok malah untuk mengoreksi diri orang
    Lha Wong….

  42. hans on

    standart aja jalanin diantara sholat 5 wkt,zakat,puasa dan pergi haji jika mampu. jangan memvonis setiap ibadah itu bitah yang dapat menilainya hanya Allah.

  43. anang gegauk on

    Memang yang saya temui di tempat saya peringatan maulid dilakukan berlebihan, contohnya pembacaan syair barzanzi pada perayaan maulid diyakini mendatangkan bermacam kebaikan sehingga air yang dibacakan syair itu dianggap air yang mujarab. Ada lagi yang rebutan mencium tangan para habaib yang membawakan acara maulid, juga rebutan bekas minumnya dan yakin air yang tersisa itu mendatangkan berkah buat dagang atau cari jodoh. Ini benar terjadi bukan bualan !
    Seperti halnya shalat malam nisfu sya’ban, di daerah saya maulid juga banyak sekali diikuti orang-orang yang biasanya tidak pernah shalat wajib, dan shalatnya pada 2 hari raya Islam saja. Jadi apa yang ditulis pemilik blog ini menurut saya ada kemiripan dengan apa yang saya lihat.
    Berkenaan dengan sesuatu yang baru dalam peribadatan kepada Allah dan penghormatan kepada Rasulullah menurut saya, tidak ada bid’ah yang hasanah. Kalau orang sekarang pake mobil ke mana-mana misalnya, itu adalah hal yang mubah dan tidak ada kaitannya dengan sesuatu hal yang baru yang dianggap bid’ah.
    Apakah saya ikutan maulid ? Saya sih kalau ada yang minta sumbangan di tempat saya untuk perayaan maulid, saya kasih. Tapi saya tidak pernah ikut maulid walaupun orang-orang di lingkungan saya mencela ketidak ikutan saya.


Leave a reply