BUKU-BUKU YANG DITAHDZIR DAN DIPUJI OLEH AL-‘ALLAMAH MUQBIL BIN HADI

BUKU-BUKU YANG DITAHDZIR DAN DIPUJI OLEH AL-‘ALLAMAH MUQBIL BIN HADI AL-WADI’IY RAHIMAHULLAHU

  1. Dalilul Falihin Syarh Riyadhish Shalihin ditulis oleh seorang yang beraqidah Asy’ariyah, hendaknya para penuntut ilmu berhati-hati darinya. Syaikh juga berkata : Telah menyusup pula di dalam buku Riyadhus Shalihin karya an-Nawawi ini hadits-hadits dha’if dikarenakan bersandarnya beliau kepada diamnya Abu Dawud dan Turmudzi terhadap hadits-hadits tersebut.

  2. Sebaik-baik cetakan buku Tarikh al-Bukhari adalah buku yang ditahqiq oleh al-Mu’allimi (al-Yamani pent.).

  3. Tafsir Ibnu Abi Hatim mayoritasnya telah hilang, dan aku telah melihat beberapa bagian darinya di Perpustakaan al-Haram.

  4. Buku-buku karya (Muhammad ‘Ali pent.) ash-Shobuni seluruhnya tidak layak dijadikan sebagai sandaran dan dia ini adalah seorang shufi yang fanatik dengan madzhab Hanafiyah.

  5. Tafsir al-Jalalain penulisnya mudhtorib (goncang/simpang siur) suatu waktu menafsirkan istiwa` (bersemayamnya Alloh) dengan istaula (berkuasa) dan pada waktu lainnya menafsirkannya selaras dengan penafsiran salaf. Di dalam tafsir ini adalah pemahaman I’tizal (mu’tazilah).

  6. Buku Aqidatus Salaf karya Abu ‘Utsman ash-Shobuni aku nasehatkan untuk membacanya.

  7. Buku al-Qodar para ulama berbeda pendapat tentang penulisnya, apakah Imam Malik ataukah Ibnu Wahb.

  8. Risalah yang lurus karya Syaikh Muhammad as-Subayyil, melarang [kaum muslimin] berwarganegara dengan kewarganegaraan Amerika.

  9. Buku al-Miqbas fi Tafsir Ibni ‘Abbas tidak tsabit (tetap) dari beliau karena buku ini berasal dari riwayat Muhammad bin marwan as-Suddi dan dia tertuduh meriwayatkan dari Muhammad bin Sa`ib al-Kalbi seorang kadzdzab (pendusta besar), yang meriwayatkan dari Abu Shalih Badzam seorang yang dha’if.

  10. Buku pertama yang membahas tentang aliran bathiniyah dan membongkar kejelekan mereka juga buku yang terbaik adalah buku yang ditulis oleh Abu Muhammad al-Yamani.

  11. Buku Thuqul Jama’ah karya Abu Muhammad bin Hazm tidaklah kami nafikan dan tidak pula kami tetapkan, adapun masyaikh buku tersebut, mereka adalah guru-guru Abu Muhammad bin Hazm.

  12. Buku (Tafsir) al-Kasysyaf karya az-Zamakhsyari menutup tiap surat dengan hadits yang dha’if.

  13. Buku Fadha`ilul Qur’an yang menyebutkan hadits-hadits keutamaannya pada tiap surat, memiliki dua jalur periwayatan, pertama dari Maisaroh bin ‘Abdi Robbih dan kedua dari Muhammad bin Abi Maryam.

  14. Buku Zhilalul Qur’an (karya Sayyid Quthb pent.), mengabarkan padaku Muhammad Amin Mishri bahwa Jama’ah Takfir beragumen dengan buku ini dan mereka sering berdalil dengannya dan buku-buku (Sayyid) yang lainnya.

  15. Buku Tafsir Fathul Qodir (karya Syaukani, pent.) adalah tafsir terbaik yang membahas tentang huruf al-Maqthu’ah sepanjang yang kami ketahui dan memiliki ciri khas tersendiri ketimbang tafsir lainnya, dikarenakan tafsir ini memberantas taqlid dan mengungkapkan penulis (berani) pendapatnya walaupun manusia menyalahinya.

  16. Buku-buku Ihsan Ilahi Zhahir yang menguak kejelekan Rafidhah, penulisnya pernah dipaksa oleh mereka supaya tidak menyebarkan karya-karyanya, maka beliau menjawab, “dengan satu syarat, kalian bakar dulu buku-buku yang aku nukil darinya”. Lantas mereka menjawab, “ini adalah suatu hal yang tidak bisa dilakukan.” [dan inna lillahi wa inna ilayhi raji’un, mereka lantas membunuhnya, pent.]

  17. Buku Al-Islam wa Nashraniyyah karya ‘Abdullah al-Qoshimi yang membantah Rafidhah, dulunya ia berada di atas sunnah kemudian menyimpang.

  18. Buku at-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah yang seharusnya mensyaratkan keshahihan di dalamnya namun terdapat hadits-hadits dha’if di dalamnya, beliau adalah orang yang mutasahil (terlalu gampangan di dalam menshahihkan) dan termasuk juga muridnya Ibnu Hibban.

  19. Buku Haqo`iqut Tafsir karya Muhammad bin al-Husain Abu ‘Abdirrahman as-Silmi yang termasuk masyaikh al-Baihaqi, para ulama berkata sesungguhnya orang yang beri’tiqod dengan apa yang ada di dalam tafsirnya, maka ia telah kafir, menyimpang dan sesat.

  20. Buku Hajjatul Wada karya Ibnu Hazm yang ditahqiq oleh ‘Abdul Majid asy-Syamiri adalah tahqiq yang bagus, namun dirinya telah didahului oleh orang yang mentakhrij buku ini dan mentahqiqnya, namun tahqiq karya ‘Abdul Majid lebih baik.

  21. Buku at-Tauhid karya Ibnu Mandah aku nasehatkan untuk membacanya.

  22. Buku al-Irhab (karya Syaikh Zaid al-Madkholi, pent.) adalah baik dan mengagumkan diriku buku-buku mereka yang membantah ahli bid’ah. Adapun buku al-Quthbiyah (hiyal fitnah fa’rifuha karya al-Adnani pent.), penilaianku padanya sama dengan penilaian pada buku sebelumnya. Aku dengar tentang Zaid al-Madkholi baik adapun orang yang terakhir (al-Adnani) aku tidak mengenalnya. [al-Ustadz Imam Wahyudi, Lc memberitakan kepada saya bahwa al-Adnani adalah nama lain dari Syaikh Tarhib ad-Dusari, wallohu a’lam atas kebenarannya pent.)

  23. Permasalahan mengeraskan bacaan basmalah, maka telah menulis tentangnya ad-Daruquthni dan beliau adalah seorang yang bermadzhab Syafi’iyah, demikian pula dengan al-Khtahib yang juga Syafi’iyah. Ibnu ‘Abdil Barr dan Ibnul Jauzi juga menulis masalah yang sama.

  24. Buku-buku Hasan al-Banna, (Musthofa) as-Siba’i, (Muhammad) al-Ghozali, kami tidak punya waktu untuk membacanya, walaupun hal ini termasuk membantah ahli bid’ah. Marwan berkata : tiga golongan yang tidak pernah merasa aman, ahli bid’ah yang membantah ahli bid’ah, qoshshosh (tukang dongeng) dan shufi, mereka mencelanya hari ini namun besok mereka memujinya.

  25. Buku Qo’idatu Jalilah fit Tawassuli wal Wasilah memiliki ungkapan-ungkapan yang perlu untuk direnungkan dan dianggap sebagai referensi terbaik di dalam pembahasan ini. Adapun buku Syaikh al-Albani dalam pembahasan ini adalah buku yang mudah dicerna namun buku Ibnu Taimiyah lebih padat pembahasan ilmiahnya.

  26. Aku tidak menasehatkan untuk membaca buku-buku Sayyid Quthb, al-Ghozali, Muhammad Quthb maupun Zainab Quthb. Semoga Alloh membalas saudara kami Robi’ (bin Hadi al-Madkholi pent.) yang telah menasehatkan dan menjelaskan apa yang ada di dalam buku-buku Sayyid Quthb berupa penyelewengan dan kesesatan.

  27. Buku ar-Ru`yah karya ad-Daruquthni tidak kuketahui adanya kritikan padanya dikarenakan beliau meniti metodenya ulama hadits di dalam penulisannya, begitu pula dengan buku Hadiyul Arwah yang tidak khusus membahas masalah ru`yah (mimpi) saja dan buku ini shohih karena guru-gurunya adalah masyaikh Sunan, yaitu ad-Daruquthni.

  28. Buku Mizanul I’tidal karya adz-Dzahabi, menuliskan biografi para perawi ada yang benar dan ada yang salah, yang benar maka diterima dan yang salah ditolak.

  29. Al-Hakim menulis buku al-Mustadrak pada akhir umur beliau.

  30. Buku al-A’lam karya az-Zirikli (ada yang membaca az-Zarkali, pent), penulisnya ini lebih condong kepada pemahaman al-Ikhwan.

  31. Buku at-Tuwaijiri yang membantah faham orang yang berpendapat bahwasanya bumi berotasi dan berevolusi, maka sepatutnya buku ini dimiliki oleh para penuntut ilmu, dan buku ini adalah bantahan terhadap Mahmud ash-Showaf.

  32. Buku Jala`ul Afham karya Ibnul Qoyyim merupakan buku yang paling utama di dalam masalah sholawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

  33. Buku Ar-Roudhul Bassam fi Dzabbi ‘an Sunnati Abil Qosim karya Ibnul Wazir merupakan ringkasan buku al-‘Awashim wal Qowashim. Namun di dalam buku ini lebih jelas akan hakikat aqidahnya yang mana beliau terfitnah oleh saudaranya yang Syi’ah.

  34. Buku Al-Asma` wash Shifat karya al-Baihaqi terpengaruh oleh guru beliau Ibnu Faurak, adapun buku beliau al-I’tiqod maka berjalan di atas metode as-Salaf.

  35. Buku Abu Hamid Dirosatan wa Naqdan adalah buku yang sangat bermanfaat. Dan buku ini adalah karya salah satu murid al-Albani yaitu ‘Abdurrahman ad-Dimasyqiyah.

  36. Buku Ar-Roddu ‘alal Jahmiyyah karya Imam Ahmad, tidaklah kuketahui bahwa buku ini tsabit karya beliau.

  37. Buku Ash-Shifat karya ad-Daruquthni tidaklah shahih penisbatannya kepada beliau dan buku lainnya lebih mencukupi seperti As-Sunnah karya al-Khollal, buku karya al-Lalika`iy, At-Tauhid karya Ibnu Khuzaimah dan Asma` wa Shifat karya Baihaqi.

  38. Buku Lisanul Mizan tidaklah mencukupi ketimbang al-Mizan karena Ibnu Hajar menambahkan di dalamnya tambahan-tambahan dan sanggahan-sanggahan terhadap adz-dzahabi, hanya saja beliau menghilangkan perawi-perawi ummahat yang enam yang beliau sebutkan biografi mereka di dalam Tahdzibut Tahdzib.

  39. Buku Al-Aghoniy karya Abul Faraj al-Ashbahani terkadang membela syi’ah maka tidak perlu bersandar padanya.

  40. Fiqhus Sirah karya al-Buthi adalah kacau.

  41. Sejarawan Muhammad al-Akwa’ memiliki tahqiq terhadap Qurrotul ‘Uyun fi Akhbaril Yaman dengan tahqiq yang bagus.

  42. Buku Ahkamun Nisa` yang disandarkan kepada Ibnul Qoyyim tidaklah benar karya beliau, mungkin buku ini adalah karya Ibnul Jauzi.

  43. Buku Hayatush Shahabah di dalamnya banyak terdapat hadits-hadits dha’if dan palsu serta kisah-kisah yang tidak benar.

  44. Buku al-Adzkar (maksud beliau adalah al-Ma’tsurat pent.) karya al-Banna di dalamnya ada yang dha’if dan ada yang shahih namun tidak ada yang palsu. Sungguh membuatku terheran-heran ucapan Syaikh al-Albani yang mengatakan : sekiranya aku menverfikasinya, niscaya akan aku hukumi buku ini untuk dimusnahkan. [Syaikh Abu ‘Abdillah al-Muthiri rahimahullahu telah mentahqiq buku ini, dan beliau dibunuh oleh ahli bid’ah di Masjid beliau pada bulan Ramadhan].

  45. Syaikh Yahya al-Hajuri memiliki buku bantahan terhadap buku az-Zindani yang berjudul at-Tauhidul Kholiq. [Buku Syaikh Yahya ini berjudul Ash-Shubhu asy-Syariq ‘ala Dholalati ‘Abdil Majid az-Zindani].

  46. Buku Syaikh an-Najmi al-Maurid (Adzbi Zulal) adalah buku yang agung, kami menasehatkan untuk membacanya, termasuk juga bantahan beliau kepada Ibnu Jibrin.

  47. Buku Sirah Musa bin ‘Uqbah lebih shahih ketimbang Sirah Ibnu Hisyam, demikianlah yang dikatakan oleh Malik dan Bukhari. Namun buku ini hilang, akan tetapi al-Baihaqi di dalam Dala`il an-Nubuwwah menukil banyak dari buku ini secara baik.

  48. Barangsiapa yang mendapatkan buku al-Khathib di dalam ilmu mushtholah, maka kami nasehatkan untuk mengambilnya.

  49. Buku at-Tauhid karya Ibnu Mandah ditahqiq pertama kali oleh ‘Utsman al-‘Atmi.

  50. Buku al-Ahkam karya Ibnul ‘Arobi banyak diciduk/dinukil oleh al-Qurthubi.

  Dicuplik secara bebas dari ad-Durorul Bahiyyah min Kalamil Imam ad-Diyar al-Yamaniyah al-‘Allamah al-Imam Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy disusun oleh Abu Hammam, dari Syabakah Sahab as-Salafiyyah [http://www.sahab.net] dan [http://abusalma.wordpress.com].

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: