Membantah fitnah keji terhadap syaikh Salman Audah dan Syaikh Safar Al-Hawali

Sesungguhnya fitnah dan tuduhan terhadap Dua orang syaikh itu sudah lama terjadi. Sehingga kemudian ada orang yang menanyakan hal ini kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah.

Petikannya sebagai berikut:

Tanggal : 10/4/1414 H
Dari : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz kepada saudara yang dihormati, semoga Allah membimbingnya kepada keridhaan-Nya. Amien.

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakaatuhu.

Saya menerima surat dimana anda meminta saya mendengarkan beberapa rekaman,khotbah-khotbah dan kuliah-kuliah dan buku-buku dari beberapa pendakwah dan beberapa ulama seperti syaikh ‘Aid Al-Qarni, Syaikh Salman Audah,Syaikh Nashir Al-Umar,Syaikh Safar Al-Hawali dan Syaikh Abdul ahab Ath-Thariiri. Apakah mereka itu ahlul bid’ah dan dapat dikatakan sebagai kelompok yang menyimpang (sesat) bahkan mereka itu adalah khawarij. Juga hukum membicarakan mereka di belakang mereka (ghibah). Semoga Allah menunjuki anda kepada Hidayah-Nya.

Jawaban:
Rekaman-rekaman (kaset) mereka adalah baik, dan mereka BUKAN Ahli bid’ah dan BUKAN PULA khawarij. Ghibah terhadap mereka adalah tidak dibenarkan. Bahkan sebaliknya HARUS MEMBELA MEREKA sebagai orang-orang yang berilmu di kalangan ahlussunnah al-jama’ah,sekalipun tidak ada di antara mereka yang ma’shum (terjaga dari perbuatan salah). Mereka adalah ulama-ulama di kalangan para ulama. Setiap orang bisa saja salah dan bisa saja benar. Karenanya boleh mengambil perkataannya yang benar dan meninggalkan perkataannya yang salah. Dan harus bersikap baik semampu mungkin terhadap mereka, juga harus menjaga nama baik saudara-saudara mereka.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda: “Setiap anak Adam adalah berbuat salah,dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah mereka yang bertaubat”; Hal ini berkenaan pula dengan hadits lain: “Seorang Qadhi yang berijtihad kemudian ijtihadnya itu benar, maka dia beroleh Dua pahala, dan apabila ijtihadnya itu salah maka dia beroleh satu pahala”
Masalah-masalah seperti ini berlaku kepada ULAMA-ULAMA yang lain pula. Maka siapa saja yang ijtihadnya benar, dia beroleh dua pahala dan apabila ijtihadnya salah dia beroleh satu pahala. Jika orang yang berijtihad itu adalah seorang ulama dan ikhlas melakukannya karena Allah.

Saya mohon kepada Allah semoga kita semua mendapat bimbingan-Nya dan ridha-Nya, melindungi kita dari kesesatan, Dia Maha Mendengar segala sesuatu,Dia Maha Dekat

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakaatuhu.

Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia
Dan Ketua Dewan fatwa Dan departemen penelitian fatwa
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz.

Sumber: http://smd.antibidah.net/?p=99

%d blogger menyukai ini: