Iman kepada Rasul-Rasul Allah – 2

Kita berpandangan bahwa barangsiapa yang mengaku ada agama yang lain, selain islam, diterima oleh Allah; maka dia telah kafir, dan harus bertaubat. Kalau tidak mau bertaubat maka dia dikenai hukuman sebagai orang murtad, karena dia telah mendustakan Al-Qur’an.
dan kita juga berpandangan bahwa barangsiapa yang mengingkari kerasulan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kepada seluruh umat manusia, maka dia telah mengingkari semua rasul bahkan telah mengingkari rasulnya sendiri yang dia mengaku beriman kepadanya dan mengikutinya. Firman Allah,
Kaum Nuh telah mendustakan para Rasul.” (Asy-Syu’ara :105).
Telah dinyatakan Allah bahwa mereka telah mendustakan para Rasul, padahal belum ada seorang rasulpun sebelum Nabi Nuh. Dan firman-Nya,
Sesungguhnya orang-orang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan hendak membeda-bedakan antara Allah dan Rasul-rasul-Nya dengan mengatakan: “Kami beriman kepada sebagian dan kami kafir kepada sebagian yang lain”, serta mereka hendak mengambil jalan tengah di antara itu, merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksa yang menghinakan”. (An-Nisa’:150-151).
Kita mengimani bahwa tiada lagi seorang nabi sesudah Nabi Muhammad, shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Barangsiapa yang mengaku sebagai nabi atau mempercayai orang yang mengaku sebagai nabi maka dia telah kafir. Karena dia telah mendustakan Allah dan Rasulullah serta ijma’ kaum muslimin.
Kita mengimani bahwa sesudah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ada Khulafa’ Rasyidin, yang meneruskan tugas keilmuan dan da’wah pada umat beliau dan tugas kepemimipinan atas kaum mu’minin. Yang paling utama dan paling berhak sebagai khalifah di antara mereka adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, kemusian Umar bin Al-Khaththab, kemudian Utsman bin Affan, kemudian Ali bin Abu Thalib, Radhiyallahu ‘Anhum.
Demikian urutan mereka sebagai khalifah, sesuai dengan urutan keutamaan mereka. Karena Allah Ta’ala, yang Maha Bijaksana, tidak akan mengangkat seseorang sebagai khalifah atas generasi terbaik bilamana di antara mereka ada orang yang terbaik dan paling patut sebagai khalifah.
Kita mengimatni bahwa orang yang urutan keutamaannya di bawah yang lain dari antara mereka mungkin memiliki suatu keistimewaan khusus, di mana dia dalam segi keistimewaan ini mengungguli orang yang urutan keutamaannya di atasnya; akan tetapi dengan demikian tidaklah berarti bahwa dia memiliki keutamaan itu adalah banyak dan bermacam-macam.
Kita mengimani bahwa umat ini adalah umat terbaik dan termulia di sisi Allah Azza wa Jalla, karena Allah Ta’ala berfirman,
Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah…”. (Ali Imran :110).
Adapun generasi terbaik ari umat ini adalah para shahabat Rasulullah, kemudian para tabi’in, kemudian tabi’ut tabi’ini.
Dan kita mengimani bahwa masih tetap ada dari umat ini golongan yang tegak membela Al-Haq, tak perduli dengan orang yang menghinakan atau menentang mereka, sampai datang keputusan Allah Ta’ala.

1 comment so far

  1. Kyorock_05Z on

    wah bagus keteranagnnya…
    semoga lebih jaya lagi ya mas…
    hahahha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: