‘Ainallah

Pertanyaan dimanakah Allah mungkin menggelitik sebagian kita kaum muslimin, seakan aneh masih membicarakan masalah ini, bukankah jelas Allah itu dekat sama kita, Allah itu ada dimana-mana selalu menyertai kita ? Inilah sebenarnya kesalahan dalam memahami arti pertanyaan dimanakah Allah. Justru pada dasarnya pertanyaan di atas terlontar manakala apa yang kita pahami selama ini salah. Seringkali kita tidak sadar bahwa pernyataan Allah itu ada dimana-mana, atau Allah itu dekat dengan kita tapi tidak bertempat atau yang lainnya itu keliru, sehingga kita tidak sadar apabila ditanya sesorang akan menjawab dengan mantap jawaban-jawaban di atas.

Perkara ini bukanlah perkara kecil, pemahaman yang benar tentang dimanakah Allah menjadi tuntutan mutlak bagi seorang muslim. Kesalahan fatal dalam memahami ini akan berbahaya bagi diri dan agamanya. Begitu pentingnya pemahaman keberadaan Allah sehingga menjadikan Rasulullah melepaskan seorang budak yang bisa menjawabnya.

Pertanyaan selanjutnya adalah dimanakah Allah itu sebenarnya berada ?

Jawabannya sudah jelas sebagaimana dipahami oleh seluruh sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in dan seluruh ulama Ahlul Hadits bahwa Allah itu berada di atas Arsy di atas langit. Apa dasarnya mengatakan seperti itu ? Berikut kita bawakan tulisan Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu dalil-dalil yang mendukung kenyataan bahwa Allah itu berada di atas Arsy :
Al-Qur’an, Hadits shahih, naluri dan cara berfikir yang sehat mendukung kenyatan bahwa Allah Subhanahu wa ta’alla berada di atas ‘Arsy.

1. Firman Allah yang artinya:
Allah yang Maha Rahman bersemayam di atas ‘Arsy”(Thaahaa: 5)
Pengertian ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari beberapa tabi’in

2. Firman Allah yang artinya:
“Apakah kamu merasa aman terhadap yang di langit? Bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu…”(Al-Mulk: 16)
Menurut Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumaa yang dimaksud dengan “Yang di langit” adalah Allah, sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitab tafsirnya.

3. Firman Allah yang artinya:
“Mereka takut terhadap Rabb mereka yang berada di atas mereka” (An-Nahl: 50)

4. Firman Allah tentang Nabi ‘Isa ‘alaihi sallam yang artinya:
“Tetapi Allah mengangkatnya kepada-Nya…(An-Nisaa:158)

5. Firman Allah yang artinya:
“Dan Dialah Allah (yang disembah) di langit…”(Al-An’aam:3)

Ibnu Katsir mengomentari ayat ini sebagai berikut, “Para ahli tafsir sependapat, kita tidak akan berkata sperti ucapan kaum Jahmiyah (golongan yang sesat) yang mengatakan Allah itu berada di setiap tempat. Maha Suci Allah dari ucapan mereka.”

Adapun firman Allah yang artinya:
“Dan Allah selalu bersamamu di mana kamu berada…”(Al-Hadid:4)

Maksudnya, Dia bersama kita, mengetahui, mendengar, dan melihat kita di mana pun kita berada. Apa yang disebutkan sebelum dan sesudah ayat ini menjelaskan hal tersebut, seperti keterangan dalam Tafsir Ibnu Katsir Rahimahullahu ta’alla

6. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mi’raj ke langit ke tujuh dan difirmankan kepada beliau oleh Allah ‘azza wa jalla serta diwajibkan untuk melakukan shalat lima waktu. (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam , “Kenapa kamu tidak mempercayaiku, padahal aku ini dipercaya oleh Allah yang ada di langit?” (HR. Bukhari dan Muslim)

8. Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam : “Sayangilah orng-orang yang ada di bumi maka Yang di langit (Allah) akan menyayangimu.” (HR. At-Tirmidzi)

9. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seorang budak wanita, “Di manakah Allah?”, Jawabnya, “Di langit.”, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya lagi, “Siapakah saya?” Dijawab lagi. “Engkau Rasul Allah” Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Merdekakanlah ia karena ia seorang mukminah.” (HR. Muslim)

10. Sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, “’Arsy itu berada di atas air, dan Allah berada di atas ‘Arsy, Allah mengetahui keadaan kamu.” (HR. Abu Dawud, hasan)

11. Abu Bakar Ash-Shidiq berkata , “Barangsiapa menyembah Allah maka Allah berada di langit, Dia Maha Hidup dan tidak Mati,” (HR. Imam Darimi dalam Radd ‘alal Jahmiyyah)

12. ‘Abdullah ibnul Mubarak Rahimahullahu ta’alla pernah ditanya, “Bagaimana kita mengetahui Rabb kita?” Maka beliau menjawab, “Rabb kita berada di atas langit di atas ‘Arsy, berbeda dengan makhluk-Nya”. Maksudnya Dzat Allah ‘azza wa jalla berada di atas ‘Arsy, berbeda dan berpidah dengan makhluk-Nya, dan keadaan-Nya di atas ‘Arsy tersebut tidak sama dengan makhluk

13. Para Imam yang empat telah sepakat bahwa Allah Subhanahu wa ta’alla berada di atas ‘Arsy tidak ada seorang pun dari makhluk yang serupa dengan-Nya

14. Orang yang sedang shalat selalu mengucapkan Subhana Rabiyal a’laa (Maha Suci Rabb yang Maha Tinggi). Ketika ia berdo’a juga mengangkat tangannya ke langit dan menengadahkan wajahnya ke langit

15. Anak kecil ketika anda tanya di mana Allah dia akan segera menjawab berdasarkan naluri mereka bahwa Allah berada di langit

16. Cara berfikir yang sehat juga mendukung kenyataan Allah berada di langit, seandainya Allah Subhanahu wa ta’alla berada di semua tempat, niscaya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah menerangkan dan mengajarkan kepada para shahabatnya. Kalau Allah berada di segala tempat , berarti Allah bisa berada di tempat-tempat yang najis dan kotor. Maha suci Allah dari anggapan yang demikian itu.

17. Pendapat yang mengatakan Allah berada di segala tempat berarti Dzat Allah itu banyak, karena banyaknya tempat. Akan tetapi karena Dzat Allah itu satu dan mustahil banyak, maka pendapat tersebut adalah batil, jadi jelaslah Allah itu berada di langit, di atas ‘Arsy-Nya dan Dia bersama kita, Mengetahui, Mendengar, dan Melihat kita di mana pun kita berada.

Aku beriman kepada Allah ‘azza wa jalla
Aku beriman kepada apa-apa yang datangnya dari Allah
Dan aku beriman kepada apa yang dikehendaki oleh Allah
Aku beriman kepada Rasul-Nya shalallahu ‘alaihi wa sallam
Aku beriman terhadap apa-apa yang datang bersama beliau
Dan aku beriman kepada apa-apa yang dikehendaki oleh beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam

(Kata-kata bersayap yang bagus dari ‘Naashirussunnah’ Al-Imam Syafi’i rahimahullahu ta’ala).(Syf)

8 comments so far

  1. johari on

    bgmana ader ayat yg mengatakan Allah dimana2 bahkan lebih dekat dari urat leher kamu………so bercanggah tak dgn kefahaman yg mengatakan Allah di atas langit……mohon penjelasan

    • Randy rizla on

      Hendaknya Belajar Tauhid, untuk mengedukasi iman dan amal. Bedakan DzatNya dengan IlmuNya..

  2. pencari tuhan on

    berarti kao begitu Allah butuh tempat dong???
    wah… ini sungguh menyesatkan…

    • Randy rizla on

      Hendaknya Belajar Tauhid, untuk mengedukasi iman dan amal. Bedakan DzatNya dengan IlmuNya..

  3. bukan superstar on

    Allah itu meliputi semua dzat/materi dan semua yang hidup, untuk menterjemahkannya kadang tidak dapat terwakili oleh kata-kata, sedangkan Allah sendiri sekedar nama yang diagungkan, maka carilah DzatNYA.

    anggap saja begini… jika dikau merasakan sakitnya orang lain berarti diri orang sakit adalah bagian dari dirimu… sebagai sesama manusia.
    begitu pula terhadap semua mahluk hidup dan sesama manusia walaupun dibedakan tempat, ras, agama dan lain-lain.

  4. bukan superstar on

    guuud guuud guuud…. gadjah sila
    ucek ucek ucek ala socleanrinso lha daia itu punya wings, bisa attack pake boom de eter gen (rasah dipikir!)

    ULAMA TANPA CENDEKIAWAN SEPERTI PENGKHAYAL
    CENDEKIAWAN TANPA ULAMA SEPERTI ORANG BUTA

  5. bukan superstar on

    sebelum engkau mengenal Allah, engkau akan diperlihatkan sistematika alam yang tersusun rapi dan semua makhluk berjalan seperti yang dikehendakiNYA. yang kita sebut Tuhan sendiri tidak akan ikut campur/memperbaiki keadaan seperti yang dibayangkan manusia. Manusia yang merusak keseimbangan alam akan menumpuk dosa yang nantinya berbalik… alam akan menyeimbangkan manusia.
    maka perlu kita pikirkan apa saja yang sekarang sangat nyata kerusakannya untuk melakukan perbaikan keseimbangan secara istiqamah dan berkesinambungan sehingga bangsa manusia masih memiliki harapan ke depan yang lebih baik.

    itu baru sesuatu yang bisa dilihat dan didengar oleh manusia.

    coba kita berimajinasi sejenak…
    jika bumi terdiri dari dua lapis alam (jin & manusia), jika awan yang bergerak adalah makhluk hidup, jika udara adalah pembawa pesan dengan menghantarkan gelombang suara, jika bumi adalah satu makhluk yang mampu ditaklukkan manusia kecil, jika anatomi tubuh manusia memiliki persamaan dengan tatasurya, jika mata batin manusia bisa berkunjung ke pusat galaksi (haji kubra), jika manusia sanggup menembus dimensi waktu, jika semua karya-karya manusia seperti TV, radio, rekaman, phone sebelumnya sudah tersedia secara alamiah dan lain-lain yang biasa kita sebut ENERGI.
    jika planet-planet memiliki berlapis-lapis dimensi dan kehidupan yang belum mampu ditembus manusia namun dimungkinkan untuk dikenal dan dinamai oleh manusia, jika manusia benar-benar tahu asal dan kembalinya.

    betapa istimewanya manusia terlahir dalam alam semesta… lantas (siapa) TUHAN?

    marilah kita belajar bersama apa yang tidak dikenal bahasa manusia, apa yang tidak dikenal hati manusia.

    BLANK! BLANK! BLANK!

  6. saharanun on

    saharanun berkata,
    September 25, 2008 @ 2:26 am

    bukan superstar, di/pada September 23rd, 2008 pada 5:12 am Dikatakan:
    guuud guuud guuud…. gadjah sila
    ucek ucek ucek ala socleanrinso lha daia itu punya wings, bisa attack pake boom de eter gen (rasah dipikir!)

    ULAMA TANPA CENDEKIAWAN SEPERTI PENGKHAYAL
    CENDEKIAWAN TANPA ULAMA SEPERTI ORANG BUTA

    bukan superstar on September 23, 2008
    sebelum engkau mengenal Allah, engkau akan diperlihatkan sistematika alam yang tersusun rapi dan semua makhluk berjalan seperti yang dikehendakiNYA. yang kita sebut Tuhan sendiri tidak akan ikut campur/memperbaiki keadaan seperti yang dibayangkan manusia. Manusia yang merusak keseimbangan alam akan menumpuk dosa yang nantinya berbalik… alam akan menyeimbangkan manusia.
    maka perlu kita pikirkan apa saja yang sekarang sangat nyata kerusakannya untuk melakukan perbaikan keseimbangan secara istiqamah dan berkesinambungan sehingga bangsa manusia masih memiliki harapan ke depan yang lebih baik.

    itu baru sesuatu yang bisa dilihat dan didengar oleh manusia.

    coba kita berimajinasi sejenak…
    jika bumi terdiri dari dua lapis alam (jin & manusia), jika awan yang bergerak adalah makhluk hidup, jika udara adalah pembawa pesan dengan menghantarkan gelombang suara, jika bumi adalah satu makhluk yang mampu ditaklukkan manusia kecil, jika anatomi tubuh manusia memiliki persamaan dengan tatasurya, jika mata batin manusia bisa berkunjung ke pusat galaksi (haji kubra), jika manusia sanggup menembus dimensi waktu, jika semua karya-karya manusia seperti TV, radio, rekaman, phone sebelumnya sudah tersedia secara alamiah dan lain-lain yang biasa kita sebut ENERGI.
    jika planet-planet memiliki berlapis-lapis dimensi dan kehidupan yang belum mampu ditembus manusia namun dimungkinkan untuk dikenal dan dinamai oleh manusia, jika manusia benar-benar tahu asal dan kembalinya.

    betapa istimewanya manusia terlahir dalam alam semesta… lantas (siapa) TUHAN?

    saharanun, di/pada September 25th, 2008 pada 1:38 am Dikatakan:
    Taubata Wushlata Hidayata Ulfata Nuura
    Taubat merangkai Petunjuk pada Cinta dan CahayaNYA

    maka selalu ada harapan
    maka selalu terbuka jalan
    mari kita hapus kata ‘tidak bisa’
    dari buku harian kita
    (B 1 MBO)

    bikin hidup lebih hidup kan? (Starmild)

    marilah kita belajar bersama apa yang tidak dikenal bahasa manusia, apa yang tidak dikenal hati manusia.

    BLANK! BLANK! BLANK!

    (copypaste dari http://salafyitb.wordpress.com
    hehehe setiap… tulisan gue dah gw bckup di blog laen)

    saharanun berkata,
    September 25, 2008 @ 2:29 am

    jangan stupid-supid amat getooo……….
    ntar jadi ITBnya jadi Idiot Tolol Bego lho!

    saharanun berkata,
    September 25, 2008 @ 2:39 am

    oh ya kenalin Gue Si Sohirin, pernah sekolah di ISI jogja dari taon ‘94 tapi blom lulus sampe skarang (dah DO kaleee atawa mahasiswa abadi :P)
    lebih baik gak dapet-dapet gelar daripada nggak dapet-dapet kerja
    (ha…..basa-basi)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: