Tauhid Rubbubiyah – 1

Tauhid adalah meyakini keesaan Allah Ta’ala dalam rububiyah, ikhlas beribadah kepada-Nya, serta menetapkan bagiNya nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dengan demikian, tauhid itu mencakup dalam tiga macam: tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah serta tauhid asma’ wa sifat. Setiap macam dari ketiga tauhid tersebut sebagai seorang muslim haruslah mengerti dan ini harus pula dijelaskan agar menjadi terang perbedaan antara ketiganya. Islam merupakan agama yang telah disempurnakan oleh Allah Ta’ala seperti ternukil di dalam firman-Nya, “…Pada hari ini telah Ku sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Ku cukupkan bagi kalian nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai bagimu islam sebagai agamamu…”.(Al-Maidah:3).

Dalam ayat ini mengandung pengertian bahwa islam itu telah sempurna dan tidak lagi membutuhkan tambahan sedikitpun. Karena itu di dalam kita mempelajari segala sesuatu tentang islam ini maka kita harus merujuk kepada para sahabat Radhiyallahu ‘Anhu yang mana mereka mendapat pelajaran langsung dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Kenapa demikian? Karena mereka adalah orang-orang yang dinamakan firqah najiyah (golongan yang selamat). Sebab Rasulullah telah bersabda di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ”Mereka adalah orang yang berada di atas ajaran yang sama dengan ajaranku pada hari ini, dan para sahabatku.”(HR. Ahmad). Dari para sahabatlah kita harus mengambil kaidah-kaidah dalam memahami agama ini.

Tauhid Rububiyah berarti mengesakan Allah Azza wa Jalla dalam segala perbuatan-Nya, dengan meyakini bahwa Dia sendirilah yang menciptakan segenap makhluk, yang Allah telah terangkan dalam firman-Nya, “Allah menciptakan segala sesuatu…”(Az-Zumar:62). Sedangkan manusia yang menciptakan sesuatu dalam hal ini hanya mempunyai arti bahwa dia hanya merubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lain.

Selain itu Allah juga Pemberi rizki bagi setiap manusia, binatang dan makhluk lainnya. Yang telah dijelaskan dalam firman-Nya, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizki,…”(Hud: 6).

Dan bahwasanya Dia adalah penguasa alam dan Pengatur semesta, Dia yang mengangkat dan menurunkan, Dia yang memuliakan dan menghinakan, Mahakuasa atas segala sesuatunya. Pengatur rotasi siang dan malam, Yang menghidupkan dan Yang mematikan. Yang Allah telah jelaskan dalam firman-Nya,”Katakanlah: ‘WahaiRabb Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Kau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab(batas).”(Ali Imran: 26-27).

Allah Ta’ala telah menafikan (menghilangkan) sekutu baginya dalam kekuasaan-Nya, sebagaimana Dia menafikan adanya sekutu dalam penciptaan dan pemberian rizki. Allah berfirman,”Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah…”(Luqman:11)
Allah menyatakan pula tentang keesaanNya dalam RububiyahNya atas segala semesta alam Firman Allah Ta’ala, “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam” (Al-Fatihah: 2). Dan juga firman-Nya,”Sesungguhnya Rabb kalian ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakanNya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Rabb semesta alam.”(Al-A’raf:54).

Allah menciptakan semua makhlukNya di atas fitrah pengakuan terhadap rububiyahNya. Bahkan orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah dalam ibadahnya juga mengakui keesaan rububiyah-Nya, yang dijelaskan dalam firman-Nya,”Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arasy yang besar?” Mereka akan menjawab:”Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “ Maka apakah kamu tidak bertaqwa?” Katakanlah:”Siapa yang ditanganNya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab:”Kepunyaan Allah.” Katakanlah:”Kalau demikian, maka dari jalan manakah kamu ditipu?”(Al-Mu’minun: 86-89).

3 comments so far

  1. artikelislami on

    Benarkah orang non-Muslim itu mengakui rububiyah Allah seperti dinyatakan Shalih Fauzan cs?
    Kunjungi blog kami

  2. artikelislami on

    U say: “Bahkan orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah dalam ibadahnya juga mengakui keesaan rububiyah-Nya”

    I say:

    Itu adalah bathil.
    Orang musyrik tidak pernah mengakui Rububiyah Allah. Rububiyah Allah dan Uluhiyah tidak bisa dipisahkan. Mengakui salah satunya berarti mengakui keseluruhannya. Mengingkari salah satunya berarti mengingkari keseluruhannya. Orang musyrik mengingkari Tauhid Uluhiyah, berarti mereka juga mengingkari Tauhid Rububiyah.

    Jika Anda katakan bahwa mereka mengakui keesaan rububiyah Allah, lalu mengapa mereka tak dapat menjawab di dalam qubur ketika ditanya: “Man Robbuka?”

    Sungguh, orang2 musyrik itu telah menipu Anda dengan lisan mereka. Dan Anda tidak sadar akan tipuan mereka karena Anda kurang memahami apa yang Allah firmankan.

    Katakanlah:”Kalau demikian, maka dari jalan manakah kamu ditipu?”

    Perhatikan bagian itu. Itu menunjukkan bahwa orang2 musyrik ini sesungguhnya berdusta. Jika benar mereka mengakui bahwa bumi dan semua yang ada padanya itu adalah kepunyaan Allah, lalu mengapa mereka tidak beribadah kepada Allah dengan mengesakan-Nya? Jika benar mereka mengakui bahwa bumi dan semua yang ada padanya itu adalah kepunyaan Allah, lalu dari jalan mana mereka ditipu sehingga mereka menyekutukan Allah?

    Sebenarnya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. [QS. Al-Mu-minun: 90]

    Ini adalah ajaran Salafi yg bathil. Tinggalkanlah ajaran bathil ini.

  3. mantan tahlilan on

    nikmat iman terbesar yg saya dapatkan dlm hidup ini stlh saya mengenal islam dgn pemahaman sahabat/ salaf dan bisa juga meninggalkan segala macam amalan bid’ah spt tahlilan yasinan maulid dsb. Betul betul sekarang bisa merasakan nikmatnya iman dan islam yg dicontohkan Rasululloh.

    Keterangan orang musyrik mengakui rububiyah Allah cukup banyak bahkan fir’aun dlm hatinya mengakui, jadi jangan sombong dan menipu diri sendiri kalau kita ingin mencari kebenaran.

    firman Allah :

    “Katakanlah: ‘Siapa yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa [menciptakan] pendengaran dan penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup, dan siapa yang mengatur segala urusan?’ Maka mereka akan menjawab:’Allah’. Maka katakanlah:’Mengapa kamu tidak bertakwa [kepada-Nya].” (Yunus:31)

    kemudian …..

    Adapun orang yang paling dikenal pengingkarannya adalah Fir’aun. Namun demikian di hatinya masih tetap meyakiniNya. Sebagaimana perkataan Musa ‘Alaihissalam kepadanya:

    Musa menjawab: “Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mu’jizat-mu’jizat itu kecuali Zat Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa”. (Al-Isra’: 102)

    Ia juga menceritakan tentang Fir’aun dan kaumnya: “Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran) nya.” (An-Naml: 14)

    DALILNYA TERANG BERDERANG BAGI ORANG YG IKHLAS.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: