Tauhid Rubbubiyah – 2

Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan seluruh yang ada dijagad raya ini sendirian dan sesungguhnya alam semesta ini seluruh langit, bumi, planet, bintang, hewan, pepohonan, daratan, lautan, malaikat serta manusia seluruhnya tunduk kepada Allah dan patuh pada perintah kauniyah-Nya. Hal ini telah diterangkan dalam firman-Nya, ”…padahal kepadaNyalah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi dengan suka maupun terpaksa…”((Ali Imran: 83). Juga firmanNya, “…bahkan apa yang ada di langit dan ada di bumi adalah kepunyaan Allah, semua tunduk kepadaNya”.(Al-Baqarah: 116).

Firman-Nya, “Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang ada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka(malaikat) tidak menyombongkan diri.”(An-Nahl:49).

Firman-Nya, “Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit dan di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang melata dan sebagian besar daripada manusia?”(Al-Hajj: 18).

Firman-Nya, “Hanya kepada Allah-lah sujud(patuh) segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.”(Ar-Ra’d: 15)

Jadi seluruh benda alam semesta ini tunduk kepada Allh, patuh kepada kekuasaan-Nya, berjalan menurut kehendak dan perintah-Nya. Tidak ada satu makhlukpun yang mengingkariNya. Semua menjalankan tugas dan perannya masing-masing serta berjalan menurut aturan yang sangat sempurna. Penciptanya sama sekali tidak memiliki sifat kurang, lemah dan cacat Allah Suhanahu wa Ta’ala berfirman, “Langit yang tujuh, bumi an semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka”.(Al-Isra’: 44).

Jadi seluruh makhluk, baik yang berbicara maupun yang tidak, yang hidup maupun yang mati, semuanya tunduk kepada perintah kauniyah Allah. Semuanya menyucikan Allah dari segala kekurangan dan kelemahan, baik secara keadaan maupun ucapan.

Orang yang beakal pasti semakin merenungkan makhluk-makhluk ini, semakin yakin itu semua diciptakan dengan hak dan untuk yang hak. Bahwasannya ia diatur dan tidak ada pengaturan yang keluar dari aturan Pengaturnya. Semua meyakini Sang Pencipta dengan fitrahnya.

Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata, “Mereka tunduk menyerah, pasrah dan terpaksa dari berbagai segi, diantanya:

1. Keyakinan bahwa mereka sangat membutuhkanNya.

2. Kepatuhan mereka kepada Qadha’, qadar dan kehendak Allah yang ditulis atas mereka.

3. Permohonan mereka kepadaNya ketika dalam keadaan daruran dan terjepit.

Seorang mukmin tunduk kepada perintah Allah secara ridha dan ikhlas. Begitu pula ketika mendapatkan cobaan, ia sabar menerimanya. Jadi ia tunduk dan patuh dengan ridha dan ikhlas.”(Majmu’ Fatawa,I)

Sedangkan orang kafir, maka ia tunduk kepada perintah Allah yang bersifat kauni (sunnatullah).

Adapun maksud dari sujudnya alam dan benda-benda adalah ketundukan mereka kepada Allah. Dan masing-masing benda bersujud menurut kesesuaiannya, yaitu suatu sujud yang sesuai denga kondisinya serta mengandung makna tunduk kepada Ar-Rabb. Dan bertasbihnya masing-masing benda adalah hakikat, bukan ,ajaz, dan itu sesuai dengan kondisinya masing-masing.

Syaikhul islam Ibnu Taimiyah menafsirkan firman Allah Ta’ala yang berisi, “Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepadaNya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan yang di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”(AliImran: 83).

Dengan mengatakan, “Allah Ta’ala menyebutkan ketundukan benda secara sukarela dan terpaksa, karena seluruh makhluk wajib beribadah kepada-Nya dengan penghambaan yang umum,tidakpeduli apakah ia mengakuiNya atau mengingkariNya mereka semua tunduk adan diatur. Mereka patuh dan pasrah kepadaNya secara rela maupun terpaksa.”(Majmu’ Fatawa,X).

Tidak satupun dari makhluk ini yang keluar dari kehendak, takdir dan qadha’Nya. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah. Dia adalah pencipta dan penguasa alam. Semua milik-Nya. Dia bebas berbuat terhadap ciptaanNya sesuai dengan kehendakNya. Semua adalah ciptaan-Nya, diatur, diciptakan, diberi fitrah, membutuhkan dan dikendalikanNya. Dialah Yang Mahasuci, Mahaesa, Mahaperkasa, Pencipta, Pembuat dan Pembentuk.

Setelah kita mengetahui tentang bahasan diatas, apakah kita akan mengingkari tentang Allah?, Apakah kita mengingkari hak Mahakuasa Allah, hak Pengaturan Allah?, Marilah kita renungkan bersama fitrah kita dilahirkan didunia ini. Jangan sampai kita nanti menjadi orang yang merugi. Orang yang dimasukkan ke dalam neraka. Yang kita semua pasti meyakini bahwa akan adanya hari pembalasan.

Ada seorang ulama yang mengatakan, “Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah Ta’ala semuanya pasti dengan kesukaannya maupun dengan keterpaksaannya tunduk kepada Allah Ta’ala kecuali satu, Yaitu manusia.”. Mari kita pikirkan bersama sampai di mana ketundukan dan kepatuhan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang benar-benar telah menciptakan kita dengan bentuk yang paling bagus ini.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: