Cairan Rahim & Jabat Tangan

Pertanyaan :
Apakah cairan yang keluar dari rahim wanita itu suci atau tidak ?
Jawaban :
Telah diketahui pasti oleh para ulama bahwa apapun yang keluar dari kedua pintu adalah najis kecuali air mani. Atas dasar ini maka cairan yang keluar dari wanita adalah najis dan wajib berwudlu. Ini menurut kajian beberapa ulama. Tetapi bagi saya ada kesulitan karena sebagian wanita mengalami hal tersebut terus-menerus sehingga statusnya seperti orang beser, wajib wudlu ketika tiba waktu shalat. Berdasarkan kajianku bersama beberapa dokter terungkap bahwa jika cairan itu keluar dari saluran kencing, maka hukumnya wajib dibersihkan dan berwudlu. Sedangkan jika keluar dari saluran rahim, maka berlaku kewajiban wudlu, tetapi cairan itu suci tak perlu dibasuh.

Pertanyaan : Kenapa islam mengharamkan wanita berjabat tangan dengan yang bukan muhrimnya dan batalkah wudhunya orang berjabat tangan dengan birahi ?

Jawaban : Islam mengharamkan lelaki menyentuh wanita yang bukan muhrimnya. Dan mengharamkan pula segala hal yang akan menimbulkan fitnah. Karena itu islam memerintahkan kita agar memejamkan/menundukkan pandangan agar terhindar dari fitnah. Adapun suami yang menyentuh istrinya, tidaklah batal wudhunya walau dengan penuh birahi kecuali jika sampai keluar madzi maka mesti harus wudlu kembali atau keluar mani maka harus mandi.

(Sumber: 257 Tanya Jawab Fatwa-Fatwa Al-‘Utsaimin; Hal. 19 dan 23)

7 comments so far

  1. Islamku on

    saya hanya minta penjelesan, madzhab ulama siapa yang menjelaskan bahwa menyentuh istri tidak membatalkan wudlu jika tidak keluar madzi atau mani. karena sejauh yang saya tahu menyentuh istri membatalkan waudlu walau dalam keadaan apapun?
    terima kasih

  2. taufik on

    assalamualaikumwarahmatullah..
    minta maaf, sekadar ingin mendapat pandangan dari kacamata tuan.
    bagaimanakah dasarnya penetapan hukum bersalaman antara lelaki dgn perempuan? sebab dan asbabnya?
    adakah berlaku hukum ‘mubah’ pada sesetengah keadaan/situasi?
    terima kasih..

  3. zanroni on

    asalamualaikum
    saya mau menayakan tentang cairan rahim yg dmksud itu apa?mungkin bisa lebih mendetail lagi sukron

  4. Maryam on

    Cairan rahim itu maksudnya cairan yang keluar dari vagina perempuan jika ia dalam keadaan terangsang. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas (lubrikasi) ketika senggama. Jika perempuan belum terangsang, cairan ini tidak keluar sehingga kerapkali penetrasi suami menimbulkan rasa nyeri/ pedih bagi sang istri. Demikian semoga mencerahkan/

  5. abi_mardho on

    Diberitakan dari Aisyah ra. bahwa Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa sallam mencium beberapa istrinya lalu pergi shalat tanpa wudhu kembali. Dalam masalah ini para ulama silang pendapat. Sebagian mengatakan wudhu batal karenanya dengan birahi atau tidak. Sebagian lainnya menganggap batal jika menciumnya dengan birahi dan tidak batal jika sebaliknya. Pendapat yang mengatakan tidak batal itulah pendapat yang paling kuat, yakni suami yang mencium isterinya atau menyentuh tangannya atau merangkul tanpa keluar mani atau berhadats, maka wudhunya tidak batal baik bagi suaminya maupun isterinya sebab bagi prinsipnya wudhu tetap pada hukum asalnya sehingga ada dalil yang membatalkannya. Juga dari Kitabullah dan Sunnah Rasululllah tidak ada dalil yang menerangkan bahwa menyentuh isteri membatalkan wudhu. Dengan demikian menyentuh isteri, menciumnya atau merangkulnya langsung penuh dengan birahi tidaklah membatalkan wudhu. Allahlah yang Maha Tahu dalam masalah ini

  6. Hadi on

    Oh begitu ya, alhamdulillah saya sekarang tahu,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: