Mengurusi Jenazah – 1

Bagian I. Pesan Nabi Agar Bersiap Menyambut Mati

Kita dianjurkan untuk banyak-banyak mengingat mati dan bersiap menyambutnya, sebagaimana sabda Nabi shalallahu �alaihi wassalam: �Banyak-banyaklah mengingat �Sang Pemutus Kelezatan�, yakni maut .�(HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah, derajat shahih sebagaimana yang dikatakan Ibnu Hibban, hakim, dan yang lainnya) Allah subhanahu wa ta�ala telah menurunkan penyakit, namun Allah juga telah menyediakan obatnya. Oleh karena itu meskipun penyakit yang diderita oleh seseorang bisa jadi akan mendatangkan maut, namun diperkenankan berobat dengan hal-hal yang cara pengobatan dan bahan obatnya mubah hukum pemakaiannya. Tidak diperkenankan berobat dengan hal-hal yang diharamkan baik berupa makanan atau yang lainnya seperti khamr (minuman keras) dan segala sesuatu yang najis.

Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat yang terdapat dalam kitab Shahih, dari Ibnu Mas�ud, bahwa Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam bersabda,
�Sesungguhnya Allah tidak menjadikan yang haram (sebagai obat bagi) ksesembuhan (penyakit yang diderita) umatku.�(HR.Bukhari)

Demikian pula kita tidak boleh berobat dengan hal-hal yang dapat merusak akidah seperti sihir, menyembilah dan mengorbankan sesuatu bukan untuk Allah atau yang sering dikatakan sebagai tumbal, mendatangi atau meminta pertolongan penyembuahan kepada dukun dan para normal.

Seorang yang sakit wajib baginya segera bertaubat. Sebenarnya masalah bertaubat tidaklah hanya dilakukan ketika dalam keadaan sakit, akan tetapi wajib melakukannya dalam segala keadaan, tentunya lebih-lebih jika dalam keadaan sakit.

Seorang yang sakit hendaklah berwasiat tentang segala sesuatu yang menyangkut hak-hak orang lain. Adapun wasiat-wasiat tersebut mungkin berupa hutang-piutang, titipan (pesan atau sesuatu yang diamanahkan), hingga masing-masing pihak menerima kembali apa yang menjadi hak-haknya. Demikian pula dengan wasiat yang berhubungan dengan hak- anak-anaknya yang masih kecil agar diperhatikan.

Dianjurkan membisikkan (mental-qin) kalimat lailahailallah di telinga orang yang tengah mengalami sakratul maut, sebagaimana Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam :
� Bisikkan kepada orang yang akan mati di antara kalian kalimat lailahailallah�(hadist riwayat muslim)

Demikian pula dianjurkan menghadapkan orang yang tengah sakratulmaut ke arah kiblat. Apabila ia telah menghembuskan nafas terahir dianjurkan memejamkan kedua matanya dan menutup jasadnya dengan kain. Jika tidak ada sesuatu yang menghalangi, segeralah menyiapkan segala sesuatu yang berkenan dengan proses pengurusan jenazahnya.

Perkara yang harus segera dilaksanakan adalah membayar hutang-hutang jenasah dan menunaikan wasiat�wasiat, sebagaimana sabda rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam.

Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutang- hutangnya hingga hutan tersebut dilunasi (hadist riwayat ahmad dan di �hasankan sanad-nya oleh tirmidzi)

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: