Mengurusi Jenazah – 4

Anjuran tersebut sebagaimana diketahui dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Amr dan Ibnu Hazm secara marfu: Tiadalah seorang mukmin yang menghibur saudaranya yang tertimpa musibah kecuali Allah akan memakaikan pakaian kemuliaan untuknya pada hari kiamat. (Hadits riwayat Ibnu Majah).
Masih banyak lagi riwayat-riwayat lain yang semakna dengan hadits diatas.

Adapun doa yang dibaca ketika mengadakan takziyah, yakni:

Semoga Allah menambah pahala bagimu dan menghiburmu dengan (hal-hal) yang baik, serta mengampuni dosa-dosa keluargamu yang wafat.

Sering didapati pada masyarakat sekarang ini, suatu takziyah dibuat sebagaimana orang yang mengadakan pesta, ed), bahkan mengumumkannya ke mana-mana. Tidaklah tepat memberlakukan suatu takziyah secara demikian. Namun alangkah baiknya apabila justru membantu keluarga yang sedang terkena musibah tersebut, seperti yang dicontohkan Rasulullah shalalahu alaihi wa sallam :

Buatkanlah makanan untuk keluarga Jafar karena telah datang pada mereka apa yang menyibukkan mereka. (Hadits riwayat Ahmad, Tirmidzi dan mengatakan bahwa hadits tersebut hasan).

Dilain pihak, terkadang justru pihak keluarga jenazah sendirilah yang menyediakan tempat atau mengadakan acara dengan mengundang banyak orang, kenduri, serta membayar orang untuk membacakan Al-Quran. Acara-acara semacam itu jelas merupakan perbuatan haram dan bidah (karena Rasulullah shalalahu alaihi wa sallam tidak pernah memberikan contoh adanya perayaan seperti itu, ed), sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad yang diperolehnya dari Jabir bin Abdullah :

Berkumpul pada keluaraga jenazah dan mengadakan kenduri setelah jenazah dikuburkan kami anggap sebagai ratapan atau meratapi (nihayah) jenazah. (Hadits riwayat Ahmad dengan sanad yang tsiqat atau terpercaya).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,Berkumpulnya orang-orang pada acara kenduri di tempat keluarga yang kena musibah kematian, serta membacakan Al-Quran dan menghadiahkannya pada jenazah adalah merupakan perbuatan yang tidak pernah ada sejak jaman shahabat Nabi (salaf). Sekian banyak para ulama membenci perbuatan-perbuatan tersebut.

Imam Ath-Thurthusi berkata:Telah sepakat para ulama bahwa berkumpul (atau mengadakan acara kenduri) pada keluarga yang tengah dilanda musibah kematian adalah perbuatan terlarang. Hal itu merupakan perbuatan bidah yang mungkar, karena tidak ada satu keterangan atau dalil pun yang menyebutkannya. Demikian pula peringatan hari-hari setelahnya, yakni hari kedua, ketiga, keempat, ketujuh, ketigapuluh, kesatu tahun dan seterusnya, semua itu adalah bidah yang merupakan bencana bagi kemurnian ajaran agama.

ZIARAH KUBUR

Khusus bagi laki-laki, sunnah hukumnya melakukan ziarah kubur dengan maksud untuk mengambil hikmah pelajaran (ibrah), mendoakan ampunan bagi yang telah wafat, sebagaimana sabda Nabi shalalahu alaihi wa sallam :

Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur, sekarang ziarahilah. (Hadits riwayat Muslim dan Tirmidzi). Di dalam riwayat tirmidzi terdapat tambahan lafal karena hal itu akan mengingatkan akhirat.

Tidak pula diperkenankan melakukan ziarah kubur, apabila ziarah tersebut dilakukan sebagai ziarah khusus atau melakukan kunjungan semata-mata hanya ingin berziarah ke tempat itu.

Ziarah kubur di sunnahkan dengan tiga syarat :

Pertama, yang berziarah adalah kaum lelaki, karena Rasulullah shalalahu alaihi wa sallam melaknat wanita-wanita yang melakukan ziarah kubur.

Kedua, tidak melakukannya sebagai perjalanan atau ziarah khusus, sebagaimana sabda Nabi shalalahu alaihi wa sallam:

Jangan eratkan pelana (untuk melakukan perjalanan jauh atau ziarah) kecuali untuk menuju tiga masjid. (Hadits riwayat Bukhari dan ahli Sunan).

Ketiga, dilakukan dengan maksud mengambil ibrah, nasehat dan mendoakan orang-orang yang telah wafat.

Namun bila tujuan ziarah itu untuk meminta berkah (tabarruk) pada kuburan, merusak kuburan, meminta kepada orang yang telah mati agar memberikan sesuatu atau melepaskannya dari mara bahaya, maka ziarah semacam ini adalah ziarah bidiyyah syirkiyyah (yakni perbuatan sesat yang dapat menyebabkan kemusyrikan, ed).

Syaikhul Islam Ibnu Timiyah rahimahullah berkata :Ziarah kubur ada dua, yakni ziarah yang syariyah dan ziarah yang bidiyyah. Ziarah syariyah adalah ziarah yang bertujuan untuk mengucapkan salam (mendoakan keselamatan) bagi jenazah dan sebagaimana halnya tujuan menshalatkan jenazah. Ziarah ini dilakukan dengan tidak memaksakan diri dan tidak bermaksud untuk mengagungkan kuburan. Adapun ziarah bidiyyah adalah ziarah yang bertujuan untuk meminta sesuatu dari penghuni kubur agar memberi apa yang dibutuhkannya. Perbuatan meminta pada kuburan atau penghuni kubur merupakan syirik besar. Tujuan lain dari ziarah bidiyyah ini adalah untuk berdoa di kuburan, seakan-akan kuburan merupakan tempat yang makbul untuk berdoa. Ziarah seperti ini adalah perbuatan bidah mungkarah (yakni perbuatan mungkar yang jelek dan dibenci, ed) yang dapat mengantar atau menjadi perantara (washilah) kepada kesyirikan. Dan ziarah demikian tidak pernah dianjurkan dan dicontohkan Rasulullah shalalahu alaihi wa sallam dan tidak pernah pula dianggap sebagai amal perbuatan baik oleh seorang pun dari para Salaful Ummah (yakni para shahabat Nabi yang langsung mendapat didikan agama dari beliau, ed) dan juga oleh para Imam.

Wallahualam.

Washalallahu wa sallam ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi.

3 comments so far

  1. al amin on

    apa hukumnya orang yang bertato. apakah syah orang itu beribadah. tolong sertakan dengan dalilnya. syukron.
    jazakumullah hul khair……………..
    mator nuwon kyai

  2. vio on

    Assalammu’alaikum Wr.Wb
    Kalau mayat yang ditemukan berupa kerangka dimandikan atau tidak?kalau mayat yang dimutilasi sebagian tubuhnya sudah dikuburkan lalu ternyata bagian tubuh yang lain ditemukan belakangan, bagian tubuh yang baru ditemukan tersebut dimandikan lagi atau tidak?dishalatkan atau tidak? tolong disertakan dengan dalilnya. syukron..
    jzkk
    trimakasih kyai..

  3. Choirul Anam on

    apa yang harus kita lakukan jika mayat itu bertato atau giginya disepuh dengan emas ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: