Shalawat Muadzin & Rambut Cepak

Soal :
Perlukah muadzin membaca shalawat setelah dia adzan ? jawab :
Rasulullah shalallahu �alaihi wa sallam bersabda,
�Jika kamu mendengar orang adzan maka katakanlah seperti apa yang dikatakannya kemudian bershalawatlah kepadaku.�(H.R. Muslim)

Syaikh �Ali Hasan �Ali �Abdul Hamid Al-Halabi Al-�Atsary (murid dari Syaikh Al-Albaani rahimahullahu Ta�ala) berkomentar tentang hadits di atas dalam kitabnya �Ilmu Ushul Bida�, �Mereka (pelaku bid�ah, pen) menganggap hadits tersebut sebagai perintah membaca shalawat setelah selesai adzan, dan beliau shalallahu �alaihi wa sallam memintanya untuk mengeraskan suaranya, sehingga hadits ini dijadikan dalil disyari�atkannya bershalawat dengan suara keras. Mereka mengarahkan arti perintah bershalawat kepada orang adzan dengan alasan bahwa pembicaraan hadits untuk umum kepada semua kaum muslimin (termasuk orang yang melakukan adzan).�

Syaikh melanjutkan, �Penakwilan tersebut di atas adalah disebabkan kebodohan tentang gaya bahasa, sebab permulaan hadits tidak mencakup perintah kepada muadzin (orang yang beradzan), dan akhir hadits sesuai dengan awalnya, sehingga tidak mencakup juga kepada muadzin�Sebab redaksi, �Jika kamu mendengar adzan�(sampai akhir hadits)� menunjukkan kekhususan perintah membaca shalawat setelah adzan hanya kepada orang yang mendengar adzan.

Soal:

Kami menyaksikan beberapa kaum muslimin mencukur sebagian rambut mereka atau rambut anak-anak mereka, yaitu rambut di atas telinga sampai pangkal rambut di dekat pelipis. Masyarakat menyebutnya Ash-Shobir (pangkas cepak). Mereka mengatakan model seperti ini untuk menyelisihi orang yahudi. Apakah perbuatan seperti ini dibenarkan?

Jawab:
Setiap muslim wajib bertanya kepada ulama sebelum ia berbuat sesuatu. Ia tidak boleh nmenentukan baik-buruknya sesuatu sebelum bertanya, seperti mengatakan bahwa perbuatan ini untuk menyelisihi orang-orang yahudi yang memanjangkan rambut di kedua sisi kepala mereka ( memanjangkan kuncir). Rasulullah shalallahu ”alaihi wasallam telah melarang Al-Qaza�, yaitu mencukur sebagian rambut dan mencukur sebagian yang lainnya sebagaimana tersebut dalam beberapa hadist. Diantaranya hadist Abdullah bin Umar, ia berkata, Rasulullah melihat seorang anak yang dicukur sebagaian rambutnya dan dibiarkan sebagian yang lainnya. Beliau melarang perbuatan mereka dengan bersabda,�cukurlah seluruhnya atau biarkan seluruhnya�(HR.Ahmad.)

Telah terjadi perbedaan pendapat tentang makna Al-Qaza�. Makna yang tersebut di atas merupakan pemahaman perawi hadist tersebut. Pemahamannya lebih didahulukan dari pemahaman yang lain. Sebagian ulama menafsirkannya dengan mencukur rambut kepala di bagian-bagian tertentu secara acak.

Imam Nawawi memilih makna yang lebih umum, yaitu mencukur sebagian dan meniggalkan sebagian yang lain bagaimanapun bentuknya. Imam ibnul Qoyyim berkata,�syaikh kami � yaitu syaikhul Islam ibnu Taimiyah , semoga rahmat Allah tercurah kepadanya � berkata, �larangan ini adalah salah satu bentuk kecintaan Allah dan rasulnya kepada keadilan, Allah memerintahkan untuk berlaku adil hingga tentang hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Allah melarang mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian yang lainnya karena perbuatan itu adalah bentuk aniaya terhadap kepala, yaitu sebagian di buka tanpa rambut dan sebagian lainnya tertutup. Sama halnya dilarang duduk di antara cahaya matahari dan bayangan tertentu, sebab perbuatan seperti itu adalah bentuk aniaya terhadap tubuh.demikian pula larangan untuk mengenakan sebelah sandal ketika berjalan. Hendaknya dipakai keduanya atau bertelanjang kaki.

Al-Qaza� ada 4 macam. Yaitu:

1. Mencukur rambut kepala pada bagian-bagian tertentu secara acak diambil dari perkataan �gumpalan awan telah teracak-acak�, yaitu terpisah-pisah di sana-sini.

2. Mencukur bagian tengah kepala dan membiarkan bagian pingginya, seperti yang dilakukakan para kaster yaitu penjaga gereja.

3. Mencukur kedua belah sisi kepala dan membiarkan bagian tengahnya, seperti yang dilkukan para gembel dan orang pasaran.

4. Mencukur bagian depan dan membiarkan bagian belakang.

Semua bentuk di atas termasuk Al-Qaza�.
Telah terjadi perbedaan pendapat tentang illat (alasan) pelarangannya. Ada yang mengatakan karena memburukkan rupa dan penampilan. Ada yang mengatakan termasuk model syaitan. Ada yangmengatakan termasuk model yahudi.(silakan melihat syarh muslim �XIV:327 dan �fathul Bari� X:365). Akhir-akhir ini banyak pemuda yang meniru gaya rambut anak-anak muda dari barat Mereka memendekkan rambut bagian depan dan memanjangkan rambut belakang sehingga terurai di tengkuknya, seperti ekor domba. Sebagian lian memanjangkan bagian depannya dan mencukur bagian belakang. Ini adalah akibat dadri lemahnya iman dan rendahnya kepribadian. (Abu abdurrahman)

Dikutip dari :
*BUNGA RAMPAI FATWA-FATWA SYAR�IYYAH JILID I
Abul Hasan Musthafa bin Ismail As Sulaimi Al Mishri
Halaman 20-21

*Dinukil dari buku �Membedah akar bid�ah� alih bahasa oleh A.S. Zamakhsyari hal 20-21 penerbit Pustaka Al-Kautsar Jakarta, dengan beberapa penyuntingan

14 comments so far

  1. Nedi on

    Saya setuju🙂

  2. adi on

    bagaimana kalau orang yang kepalanya botak ditengah

  3. Ibnu Ahmad on

    hadits riwayat Ahmad yang dijadikan dalil sepertinya perlu dikritisi plus reserch, demi menjaga keotentikan hadits tersebut. Jazaakumullah Khaer el-jaza.

  4. Patahul Ariffin Abas on

    Asalamualaikum;

    Dari Saya insan yang sangat kerdil yang banyak berdosa pada Allah, yang selama-lamanya hamba abdi Allah, ampun kan kami ya Allah Ya Rabbi, Ya Awfu ya Ghaffur ya Mujib…

    Tentang yang demikain saya jika Allah suka Berselawat dan Malaikat suka berselawat pada Rasulallah Muhammad SAW maka HARUS hukumnya. Wallahualam

    Akhirkata Alfatiha kepada Muhammad SAW, para nabi2 dan rasul2 muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat baik yang hidup dan yang telah mati semuga dirahmati semuanya kecuali IBLIS, Syitan, Jin Kafir dan orang kafir yang tak mahu kembali pada ALLAH dan Rasulnya alfatihah.

  5. arjuna on

    rambut itu bak mahkota, apapun potongannya, apapun bentuknya baik lurus,keriting,ngombak itu mrpkn anugrah dari Allah SWT. Pendek lebih bak baik dari panjang ndak terawat.Yang penting nyaman,mslh trend itu nomer 1000000000000000023.Habis perkara

  6. Jin Kafir on

    hal-hal kecil apa sih yang luput dari perdebatan di kalangan muslim? apa hasilnya dari debat? emang pada tolol semua!

  7. Sukria on

    Org kafir n yahudi emang haruz d bumi hanguskan…kalo tdk mereka ngelunjak..
    ALLAHU AKBAR

  8. abdi on

    Surah Al-Ahzâb ayat 56:
    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
    dan kenapa orang yang melakukan apa yang diyakininya benar menurut Al-Qur-an dan Hadist adalah orang yang bid’ah?
    apa anda lebih hebat dari ulama2, seperti Imam syafii ra?
    jangan dengan begitu mudahnya mencela golongan lain. karena itulah yang membuat perpecahan umat Islam. naudzubillah.
    wallahu a’lam.

  9. Arsen on

    panjang pendek kiting ikal dsb itu suatu anugrah yang harus kita syukuri.yang penting rapih dan tidak mengganggu dlm beibadah atau menggannggu orang lain.kita sesama muslim jg saling bentur masalah.”ALLOHU AKBAR!”MUSNAHKAN DAN HANCURKAN YAHUDI.

  10. noer hasan on

    hendaknya bila kita melakukan sesuatu, baiknya kita pertimbangkan baik buruknya. jangan asal jalan.

  11. Abu rifald apinino on

    Setuju akh..!

  12. Jakaria Jack Gipari on

    ‘FISIK’ tidaklah menjamin sesorang masuk dalam SyurgaNya Allah…
    Baik yang berjenggot atau tidak, baik yang berambut atau tidak, baik yang berkumis atau tidak, baik yang berhidung mancung atau tidak …
    tidaklah Allah melihat itu semua….
    Melainkan Allah hanya melihat & menghisab dengan AMAL SHOLEH & KETAQWAAN hamba-hambaNya…
    Dekatkanlah dirimu pada Allah…

    sangat lebih bermanfaat, bila admin berdakwah tentang AKHLAK…
    Mengajarkan bagaimana ‘Menghormati & Menghargai’ satu sama lain,,
    Agar Islam tetap menjadi Agama Yang Rahmatan Lil’alamiin..
    Pembawa Panji-Panji Perdamaian..
    agar Alam Semesta tetap ‘Hijau & Sejahtera’ di dalam NaunganNya….

    salam hormat & sejahtera

  13. abdul rosyid on

    ILMU ITU LUAS DAN DALAM SELUAS DAN DALAM SAMUDRA…
    semakin manusia tenggelam di dalamnya…smakin ia mengenal Sang Pemilik Samudra,,,Dan smakin kecil dan kerdil ia temukan dirinya…
    Bila kita masih merasakan sempit, mungkin kita blm sampai pada hakikat ilmu….
    Rosululloh SAW dalam dakwah beliau selalu MENGEDEPANKAN AKHLAQ YANG MULIA…bukan dengan HUKUM DAN MENGHUKUMI…Bahkan Rosululloh SAW memang diutus untuk MENYEMPURNAKAN AHLAK MULIA…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: